Alatmusik tradisional Sasando. Alat musik sasando berasal dari Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sasando memiliki bentuk yang sangat unik dan berbeda dari alat musik petik lainnya yakni berbentuk tabung panjang. Sasando sendiri terbuat dari bambu, kayu, paku penyangga, senar string, dan daun lontar. Cara memainkannya adalah menggunakan
Sasando adalah alat musik berdawai yang memiliki keunikan dalam bentuk dan suaranya. Alat musik heo adalah alat musik tradisional ntt yang termasuk dalam kategori alat musik gesek yaitu cara memainkannya dengan digesek menggunakan busur pada dawainya. Shdc1lv4ueqc M Suku sunda juga memiliki kesenian tradisional yang khas dan beragam selain itu suku sunda memiliki alat musik tradisional seperti rebab kecapi karinding angklung dan tentang alat musik tradisional ntt. Sasando adalah sebuah alat musik tradisional asal pulau timor ntt. Kurangnya media pembelajaran atau informasi tentang cara memainkan alat musik tradisional. Makalah alat musik tradisional bab 1. Salah satu hal yang menunjukan hal tersebut misalnya bisa kita lihat dengan adanya alat musik sasando yang begitu terkenal bahkan hingga ke mancanegara. Cara memainkannya dengan cara dipetik. Alat musik ini dibuat dari bambu dibunyikan dengan cara digoyangkan bunyi disebabkan oleh benturan badan pipa bambu sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan nada 2 3 sampai 4 nada dalam setiap ukuran baik besar maupun kecil. Selain nusa tenggara timur juga dikenal dengan kesenian lokalnya yang berupa kain tenun tari tarian daerah seta alat musik tradisionalnya kali ini saya mencoba memberikan informasi tentang perihal kesenian lokal yang ada di ntt tetapi akan fokus pada alat musik tradisional dari nttnya saja. Heo sendiri terbuat dari kayu yang bagian tengahnya dibuat lubang sehingga membentuk ruang sebagai wadah resonansi sedangkan busur penggesek senar biasanya terbuat dari rambut kuda yang. Alat musik tradisional nusa tenggara timur atau yang biasa disingkat ntt adalah sebuah provinsi yang dikenal sangat kaya akan budaya dan tradisi unik. Alat musik tradisional dari nusa tenggara timur ntt ini menggambarkan tentang citarasa seni yang sangat tinggi dari masyarakat suku asli yang ada di provinsi ini seperti halnya suku sumba suku lamaholot suku atoni suku manggarai suku belu suku rote dan juga suku lio. Angklung adalah alat musik multitonal bernada ganda yang secara tradisional berkembang dalam masyarakat sunda di pulau jawa bagian barat. Salah satu jenis kekayaan bangsa yang memiliki nilai seni tinggi. Asal tepat dari alat musik ini adalah dari sebuah pulau bernama pulau rote. 13 Alat Musik Tradisional Sumatera Selatan Tambah Pinter 1 Bab I Pendahuluan 1 1 Latar Belakang Bangsa Indonesia Pin Di Alat Musik Tradisional Indonesia Alat Musik Tradisional Provinsi Gorontalo Dtechnoindo Musik Musik Tradisional Budaya Alat Musik Ntt Doc Alat Musik Tradisional 34 Provinsi Indonesia Dan Gambar Bidenk Erz Academia Edu Alat Musik Tradisional Nusa Tenggara Timur Ntt Gps Wisata Indonesia Moko Alat Musik Tradisional Dari Pulau Alor Ntt Negeriku Indonesia 10 Alat Musik Tradisional Nusa Tenggara Timur Lengkap Gambar Dan Penjelasannya Seni Budayaku Pin Di Alat Musik Tradisional Indonesia 9 Jenis Alat Musik Tradisional Sumatera Barat Gambar Dan Penjelasan Berkenalan Dengan 13 Alat Musik Tradisional Maluku Dan Maluku Utara Tifa Alat Musik Tradisional Dari Maluku Dan Papua Negeriku Indonesia Sasando Alat Musik Tradisional Dari Rote Ndao Ntt Negeriku Indonesia Ulasan Lengkap Alat Musik Gambus Sejarah Ciri Khas Hingga Pembuatan Informasi Bsd City Alat Musik Tradisional Papua Lengkap Sejarahnya Alat Musik Tradisional Angklung Musik Tradisional Musik Alat 57 Alat Musik Tradisional Indonesia Beserta Asal Daerahnya Lengkap Mengenal 15 Alat Musik Tradisional Ntt Nusa Tenggara Timur Magis
Sebagaisalah satu alat musik tradisional, angklung bukan hanya sekedar alat musik saja, namun ketika dimainkan angklung memberi ajaran kehidupan bhwa manusia selayaknya menghargai perbedaan, saling peduli dan mendengarkan satu sama lain yang dibahas pada buku Alat Musik Nusantara-Angklung Untuk Perdamaian Dunia. Sasando. Alat musik khas
- Alat musik tradisional Sasando berasal dari Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur NTT. Alat musik sasando dimainkan dengan cara dipetik. Tidak hanya cara memainkan alat musiknya, kamu juga bisa mengetahui sejarah, fungsi, bentuk, jenis, dan perkembangan alat musik tradional khas Pulau Rote dalam artikel ini. Dikutip dari KBBI, sasando adalah alat musik petik dari Pulau Rote yang terdiri atas tabung bambu dengan rentangan beberapa dawai yang ditempatkan pada ruang resonansi yang terbuat dari daun lontar. Baca juga Mengenal Peribahasa Pengertian Peribahasa, Jenis Peribahasa, dan Contoh-contohnya Baca juga Mengenal Wawasan Nusantara Pengertian, Hakikat, Asas hingga Tujuannya Sasando Pos Kupang/Muhlis Al Alawi Dikutip dari laman resmi Kabupaten Rote Ndao Nusa Tenggara Timur, alat musik berdawai yang dimainkan dengan cara dipetik dengan menggunakan jari ini tidak memiliki chord. Sasando hampir mirip dengan alat musik tradisional lainnya seperti Kecapi atau Harpa. Namun, sasando memiliki bentuk dan suara yang sangat khas. Cara memainkan sasando Meski termasuk alat musik dimainkan dengan cara dipetik, namun sasando memiliki cara yang berbeda dengan alat musik petik lainnya. Sasando biasanya dimainkan menggunakan kedua tangan dengan arah yang berlawanan. Tangan kanan berperan untuk memainkan accord, sedangkan tangan kiri sebagai melodi atau bass. Untuk memainkan Sasando ini tentu tidak mudah, dibutuhkan harmonisasi perasaan dan teknik, sehingga menghasilkan nada yang pas dan merdu. Selain itu keterampilan jari dalam memetik sangat diperlukan. Hampir sama dengan alat musik Harpa, keterampilan dalam memetik dawai sangat mempengaruhi suara apalagi bila memainkan nada tempo cepat maka keterampilan tangan sangat diperlukan.

Alatmusik tradisional Sasando. Alat musik tradisional sasando berasal dari Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sasando memiliki bentuk yang sangat unik dan berbeda dari alat musik petik lainnya yakni berbentuk tabung panjang. Sasando sendiri terbuat dari bambu, kayu, paku penyangga, senar string, dan daun lontar. Cara memainkannya adalah

Indonesia memiliki beragam alat musik tradisional yang memiliki karakteristik dan suara yang unik. Salah satu alat musik tradisional yang berasal dari Nusa Tenggara Timur adalah sasando. Sasando merupakan alat musik tradisional yang terbuat dari bambu dan rotan yang disebut dengan daun pandan. Alat musik ini memiliki suara yang lembut dan bisa dijadikan sebagai alat musik solo atau ensemble. Sejarah Sasando Sasando berasal dari daerah Rote, Nusa Tenggara Timur. Konon, alat musik ini ditemukan oleh seorang pemuda bernama Ola Messa. Saat itu, Ola Messa sedang bertapa di sebuah gua dan melihat seekor burung yang sedang mematukkan paruhnya pada sejenis tanaman. Ola Messa kemudian memetik daun tanaman tersebut dan mencobanya untuk dijadikan sebagai alat musik. Hasilnya, ia berhasil menciptakan alat musik yang unik dan disebut dengan sasando. Bentuk Sasando Sasando memiliki bentuk yang unik dan menarik. Sasando terbuat dari bambu yang dibentuk seperti keranjang dan diikat dengan rotan. Bambu yang digunakan untuk membuat sasando biasanya berasal dari bambu hitam atau bambu petung. Sasando juga dilengkapi dengan 32 hingga 56 senar yang terbuat dari serat daun pandan atau dawai. Cara Memainkan Sasando Untuk memainkan sasando, pemain harus duduk di atas lantai dengan kaki bersila. Sasando diletakkan di depan pemain dan disangga dengan bantalan atau kain. Pemain kemudian memetik senar sasando dengan jari tangan kanan dan mengatur nada dengan jari tangan kiri. Sasando bisa dimainkan sendiri atau bersama dengan alat musik lain seperti gong, kendang, dan biola. Perkembangan Sasando Sasando telah berkembang di Indonesia dan menjadi salah satu alat musik tradisional yang terkenal. Sasando juga sering digunakan dalam pertunjukan tari tradisional dan musik daerah. Saat ini, sasando juga sudah diproduksi dengan menggunakan bahan-bahan modern seperti kayu dan logam untuk meningkatkan kualitas suara dan daya tahan. Kesimpulan Sasando merupakan salah satu alat musik tradisional yang berasal dari Nusa Tenggara Timur. Sasando memiliki suara yang lembut dan unik sehingga mampu memikat pendengar. Sasando juga memiliki bentuk yang unik dan menarik serta cara memainkan yang berbeda dengan alat musik lainnya. Saat ini, sasando sudah menjadi salah satu alat musik yang terkenal di Indonesia dan diproduksi dengan menggunakan bahan-bahan modern untuk meningkatkan kualitasnya. Lifestyle

KelompokAlat Musik Harmonis, Alat musik harmonis adalah alat musik yang berfungsi sebagai pengiring dan dapat mengeluarkan paduan nada sekaligus. Contoh alat musik harmonis yaitu sampek dan sasando. Teknik Memainkan Alat Musik. Musik Indonesia amat beragam ada musik tradisional dan ada musik modern, antara lain dangdut dan keroncong.

Alat musik tradisional sasando berasal dari daerah Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Alat musik ini terdiri dari sejumlah kecil bambu yang diletakkan di atas sebuah kerangka, dan dimainkan dengan cara dipetik. Sasando memiliki suara yang sangat unik dan indah, sehingga banyak digunakan dalam berbagai pertunjukan musik dan upacara adat di daerah tersebut. Sejarah Sasando Menurut sejarah, sasando pertama kali ditemukan oleh seorang pemuda bernama Raja Bilah pada abad ke-17. Saat itu, Raja Bilah sedang berjalan-jalan di tengah hutan dan mendengar suara yang sangat indah dari sekitar bambu-bambu yang tumbuh di sana. Dia kemudian mencoba memetik bambu-bambu tersebut dan menyusunnya sedemikian rupa sehingga menghasilkan suara yang sangat harmonis. Sejak saat itu, sasando menjadi semakin populer dan menjadi bagian dari kebudayaan Nusa Tenggara Timur. Bentuk dan Fungsi Sasando Sasando memiliki bentuk yang unik dan menarik. Alat musik ini terdiri dari sejumlah kecil bambu yang diletakkan di atas sebuah kerangka yang berbentuk bundar atau bulat. Sasando juga dilengkapi dengan sejumlah senar yang terbuat dari serat kelapa atau rambut kuda. Senar-senar ini diatur sedemikian rupa sehingga dapat menghasilkan berbagai macam nada dan harmoni yang indah. Sasando memiliki berbagai macam fungsi dalam kebudayaan Nusa Tenggara Timur. Alat musik ini sering digunakan dalam berbagai pertunjukan musik dan tarian tradisional. Sasando juga sering dimainkan dalam upacara adat seperti pernikahan, pemakaman, dan acara keagamaan. Selain itu, sasando juga merupakan salah satu simbol dari kebudayaan daerah tersebut dan menjadi daya tarik wisata yang sangat populer di Nusa Tenggara Timur. Cara Bermain Sasando Untuk memainkan sasando, seseorang perlu duduk di depan alat musik tersebut dan memegangnya dengan kedua tangan. Salah satu tangan digunakan untuk memegang kerangka sasando, sedangkan tangan yang lain digunakan untuk memetik senar-senar alat musik tersebut. Pemain sasando kemudian dapat menyesuaikan jari-jarinya dengan senar-senar tersebut sehingga menghasilkan berbagai macam nada dan harmoni yang indah. Perkembangan Sasando Selama bertahun-tahun, sasando mengalami banyak perubahan dan perkembangan. Saat ini, banyak seniman dan pengrajin lokal yang terus berusaha memperbaiki dan mengembangkan alat musik ini agar semakin baik dan berkualitas. Sasando juga semakin populer di luar Nusa Tenggara Timur, dan sering dimainkan dalam berbagai pertunjukan musik dan festival seni di seluruh Indonesia. Kesimpulan Sasando adalah salah satu alat musik tradisional Indonesia yang sangat unik dan indah. Alat musik ini berasal dari daerah Nusa Tenggara Timur dan memiliki berbagai macam fungsi dalam kebudayaan daerah tersebut. Sasando juga semakin populer di seluruh Indonesia dan menjadi salah satu daya tarik wisata yang sangat menarik. Dengan terus dikembangkan dan diperbaiki oleh para seniman dan pengrajin lokal, sasando akan terus menjadi simbol dari kebudayaan Nusa Tenggara Timur dan Indonesia secara keseluruhan. 2022-04-17

Search Makalah Tentang Covid 19 Terhadap Pendidikan. Jakarta: Bali Pustaka, 2007 Proposal dalam dunia ilmiah (pendidikan) adalah suatu rancangan desain penelitian (usulan penelitian) yang akan dilakukan oleh seorang peneliti tentang suatu bahan penelitian Pendidikan formal yang wajib dijalani anak yakni mulai SD, SMP hingga SMA pdf makalah, download makalah, makalah tentang, skripsi, thesis Alat musik sasando – Di Indonesia terdapat berbagai macam alat musik daerah. Salah satu alat musik tradisional daerah yang cukup terkenal ialah sasando. Alat musik sasando berasal dari kebudayaan Rote, Nusa Tenggara Timur. Masyarakat Rote biasanya menyebutnya Sasandu, maksudnya yaitu alat yang berbunyi atau bergetar. Dalam bahasa Kupang sering disebut juga sasando. Alat musik berdawai ini dapat dimainkan dengan cara dipetik menggunakan jari-jemari tangan kita. Berdasarkan cerita yang ada, alat musik sasando telah digunakan oleh kalangan masyarakat Rote semenjak abad ke-7. Sasando dibuat dengan bahan utama yaitu bambu yang membentuk sebuah tabung panjang. Kemudian dibagian tengah, melingkar dari bawah ke atas di pasang penyangga atau ganjalan dalam bahasa rote namanya senda sebagai tempat bertumpunya dawai atau senar-senar yang direntangkan mengelilingi tabung bambu. Pada setiap petikan dawai ataupun senar, senda ini akan mengeluarkan nada yang berbeda-beda. Awalnya, alat untuk menyetam dawai terbuat dari bahan kayu. Caranya dengan memutar alat penyetam tersebut lalu diketok untuk mengatur nada yang sesuai. Selanjutnya tabung sasando tersebut diletakkan dalam sebuah haik. Haik adalah sebuah anyaman dari daun lontar yang digunakan sebagai wadah dari sasando. Fungsi dari haik ini adalah sebagai resosansi alat musik sasando. Sejarah Alat Musik Sasando Gambar via Berdasarkan cerita di masyarkat yang ada, alat musik sasando ini telah ada sejak Pulau Rote masih menjadi bagian kerajaan di wilayah tersebut. Konon sasandi ini merupakan sebuah hadiah untuk diberikan kepada seorang puteri raja yang menginginkan sebuah alat musik dengan suara yang merdu. Alkisah ada seorang pemuda bernama Sangguana sedang mendapatkan musibah saat ia sedang pergi melaut. Sangguana terdampar di sebuah Pulau Ndana. Mengetahui ada seseorang tidak dikenal terdampar di wilayah mereka, penduduk setempat pun membawa Sangguan ke hadapan sang raja. Selama berada di istana, Sangguana menunjukkan bakat seni luar biasa yang dimilikinya sampai-sampai ia pun diizinkan untuk tetap tinggal oleh sang raja. Semakin hari, bakat seni yang dimilikinya semakin berkembang dan membuat hati sang Putri raja terpikat dengan keahlian yang dimilikinya tersebut. Hingga pada sebuah kesempatan Sangguana diminta oleh Putri untuk menciptakannya sebuah alat musik yang belum pernah ada dan belum pernah juga dimainkan oleh orang lain. Tidak keberatan, Sangguana pun menyanggupi permintaan sang Puteri raja tersebut. Kemudian pada suatu malam Sangguana bermimpi menciptakan sebuah alat musik yang memiliki bentuk sangat indah dan saat dimainkan alat tersebut dapatmenciptakan suara yang sangat merdu. Dari sebuah mimpi tentang alat musik tersebutlah Sangguana mendapatkan sebuah inspirasi dan kemudian membuat alat musik sesuai dengan mimpinya. Sebuah alat musik terbuat dari bilahan bambu dan daun lontar yang belum pernah ada sebelumnya pun berhasil diciptakan oleh Sangguana. Sebuah alat musik hasil ciptaanya tersebut diberi nama “Sandu”. Kemudain Sangguana memainkan alat musik tersebut di hadapan sang Putri dengan memainkan sebuah lagu berjudul “ Sari Sandu”. Sang Putri terlihat sangat menikamati lagu yang dimainkan oleh Sangguana. Akhirnya alat musik ciptaannya tersebut diberikan kepada sang Putri Raja sebagai bentuk hadiah. Kemudian Putri memberi nama alat musik tersebut dengan nama Depo Hitu yang maksudnya adalah dalam sekali petikan, tujuh dawai dapat bergetar sekaligus. Jenis-jenis Alat Musik Sasando Gambar via Dahulu jenis alat musik Sasando dapat dibedakan berdasarkan dari dawai yang dimiliknya. Misalnya seperti Sasando Engkel yang mempunyai 28 dawai, Sasando Dobel yang mempunyai 56 sampai 84 dawai, ataupun jenis Sasando Biola yang secara umun dapat kita jumpai. Pada saat ini terdapat banyak sekali jenis atau varian dari alat musik Sasando. Bahkan telah banyak juga dipasaran Sasando elektrik yang terbuat dari bahan yang lebih kuat. Tujuan dari pembatan Sasando dengan jenis ini pastinya sebagai langkah untuk tetap dapat melestarikan alat musik tradisional Sasando agar dapat berkembang lebih jauh lagi.

8C. Alat musik petik Alat musik petik adalah merupakan alat musik yang bisa menghasilkan nada maupun bunyi-bunyian dengan cara dimainkan dipetik dengan jari. Sebagai contoh alat musik petik adalah sebagai berikut : harpa, sasando, siter, sitar, kecapi, gitar, bas, mandolin,banjo, ukulele dan lain sebagainya.

Jakarta - Indonesia memiliki beraneka ragam alat musik petik asli buatan sendiri. Salah satunya adalah alat musik musik sasando berasal dari Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur NTT.Sasando adalah alat musik tradisional NTT yang cukup terkenal di Indonesia maupun di dunia. Hampir mirip dengan kecapi atau harpa, cara memainkan Sasando adalah menggunakan kedua tangan untuk memetik beberapa hal tentang Sasando1. Sejarah Singkat Sasando Jika detikers penasaran dengan sejarah sasando, ada beberapa versi yang mengisahkan awal mula alat musik satu cerita yang terkenal di masyarakat adalah kisah Sangguana yang terdampar di Pulau Ndana, kemudian jatuh cinta pada putri raja. Hal ini dilansir situs Pemerintah Kabupaten Rote diterima, raja memberikan syarat kepada Sangguana untuk membuat alat musik yang berbeda dari alat musik Sangguana mendapat ilham dari mimpi, yaitu ia memainkan alat musik berbentuk indah dan bersuara Sangguana membuat alat musik yang disebut Sasando dan memberikannya pada kagum melihat alat musik itu, kemudian merestui dan menikahkan putrinya dengan secara harfiah, nama Sasando berasal dari bahasa Rote, yaitu Sasandu yang artinya bergetar atau Bentuk dan Bahan SasandoSasando memiliki bentuk yang sangat unik dan berbeda dari alat musik petik lainnya. Sasando terbuat dari bambu, kayu, paku penyangga, senar string, dan daun bagian utama, Sasando berbentuk tabung panjang yang terbuat dari bambu khusus. Pada bagian bawah dan atas bambu, terdapat tempat untuk memasang dan mengatur kencangnya senar bagian tengah bambu biasanya diberi penyangga untuk tempat senar direntangkan. Penyangga yang disebut Senda ini digunakan untuk mengatur tangga nada dan menghasilkan nada yang berbeda di tiap ada wadah untuk resonansi berupa anyaman daun lontar, biasa disebut dengan Menghasilkan Bunyi dari SasandoSasando memiliki cara permainan yang agak berbeda dari alat musik petik lainnya. Sumber bunyi Sasando berasal dari dawai atau senar yang dimainkan dengan cara Sasando dimainkan menggunakan kedua tangan dengan arah yang berlawanan. Tangan kanan untuk memainkan accord, sementara tangan kiri sebagai melodi atau alat musik Sasando tidak mudah. Dibutuhkan harmonisasi perasaan dan teknik, serta keterampilan jari dalam memetik senar agar menghasilkan nada yang pas dan Fungsi SasandoSasando dapat menghasilkan suara yang cukup bervariasi, sehingga cocok dimainkan dalam beberapa genre, seperti musik tradisional, pop, dan genre musik lainnya kecuali di dalam masyarakat, fungsi Sasando adalah sebagai alat musik pengiring nyanyian, tari tradisional, pertunjukan syair, atau upacara Perbedaan Sasando dengan KecapiSalah satu alat musik yang paling sering dibahas bersama Sasando adalah alat musik Kecapi. Keduanya sama-sama alat musik tradisional, memiliki dawai, dan dimainkan dengan ada sejumlah perbedaan Kecapi dan Sasando yang perlu Detikers ketahui. Ada apa saja? Pertama, daerah asal. Kecapi berasal dari Sunda, Jawa Barat, sementara Sasando berasal dari Pulau Rote, jumlah senar atau dawai. Kecapi memiliki 15 dawai pada jenis Kecapi Rincik, dan 18 atau 20 dawai untuk jenis Kecapi jumlah dawai pada Sasando berbeda sesuai jenisnya, seperti Sasando Engkel 28 dawai, Sasando Dobel 56 dawai, 84 dawai. Sasando Gong atau Sasando Haik 7 dawai, 11 dawai, dan Sasando Biola 30 dawai, 32 dawai, 36 dawai.Ketiga, bahan tabung resonansi kecapi memiliki tabung resonansi di bagian bawah dawai yang terbuat dari kayu, terutama kayu sentul. Sedangkan Sasando memiliki tabung bambu tempat memasang dawai dan pelengkap resonansi yang terbuat dari daun lontar ini disusun berbentuk setengah bola di belakang dawai, dan bisa dilipat saat Sasando hendak cara memetik. Kecapi dimainkan dengan meletakkannya di meja atau lantai. Kemudian pemain Kecapi akan memetik dawai dengan Sasando dimainkan dengan dipegang atau didirikan. Pemain akan memangku Sasando sambil memegang Sasando di hadapannya kemudian baru memetik dengan detikers, apakah tertarik mempelajari Sasando yang berasal dari pulau Rote ini? Simak Video "PSI Gelar Aksi Simpatik dan Edukatif di Hari Pendidikan Nasional" [GambasVideo 20detik] nwy/nwy 7Alat Musik Tradisional Sulawesi Tenggara Lengkap May 15th, 2019 - Gambar Alat Musik Tradisional Sulawesi Tenggara Baasi Seperangkat alat musik bambu berjumlah 10 buah Dibuat dari bambu dan rotan Alat ini digunakan sebagai pengiring lagu daerah dan nusantara di waktu pertunjukan 5 Nama Alat Musik Tradisional Bali Lengkap Gambar MengenaiSaya. Unknown Lihat profil lengkapku. Sponsor Page Reviews. Pengunjung. Diberdayakan oleh Blogger. Home / ragam / Alat Musik Tradisional Sasando. Alat Musik Tradisional Sasando Musiktradisional yang ada di Indonesia, diantaranya adalah gamelan, angklung dan sasando. selain dari musik tradisional yang berasal dari kebudayaan lokal, juga terdapat musik tradisional yang berasal dari pengaruh kebudayaan luar diantaranya gambang kromong, marawis dan keroncong. 1 2 3 Latin Country Dangdut BAB III PENUTUP KESIMPULAN .
  • 2rk6y02wso.pages.dev/18
  • 2rk6y02wso.pages.dev/162
  • 2rk6y02wso.pages.dev/289
  • 2rk6y02wso.pages.dev/27
  • 2rk6y02wso.pages.dev/338
  • 2rk6y02wso.pages.dev/113
  • 2rk6y02wso.pages.dev/476
  • 2rk6y02wso.pages.dev/367
  • makalah tentang alat musik tradisional sasando