Jadiseandainya seorang Batak menikah dengan suku Jawa atau Sunda, akan membutuhkan adaptasi soal interpretasi dan intonasi suara. Seorang Batak yang berbicara dengan suara kencang kepada Istrinya yang non-Batak, bisa menimbulkan multi intrepretasi. Jodoh adalah rahasia Tuhan, kita tak pernah tahu apakah akan berjodoh dengan orang satu suku, ataukah dengan yang berbeda suku. Hal ini juga berlaku untuk para selebriti, ada beberapa artis menikah dengan orang Batak padahal mereka sendiri tak punya darah Batak. Siapa sajakah mereka? Daftar Artis yang Menikah dengan Orang Batak 1. Jessica Mila Yang paling hangat dibicarakan saat ini ialah pernikahan Jessica Mila dengan Yakup Hasibuan. Pernikahan keduanya menjadi sorotan karena Jessica Mila melakukan prosesi adat untuk menyematkan marga Batak di belakang namanya. Kini Jessica Mila resmi jadi orang Batak dengan menyandang marga Damanik. Rencananya mereka akan menikah pada 4 Mei 2023. Jessica Mila sendiri merupakan keturuna Jawa Belanda dan Minahasa. Semoga lancar acara nikahannya! 2. Rio Dewanto Pernikahan Rio Dewanto dan Atiqah Hasiholan cukup mengejutkan publik kala itu. Sama-sama berkecimpung di dunia akting, Rio Dewanto yang keturunan China-Jawa melabuhkan hati pada lawan mainnya di film Hello Goodbye, Atiqah Hasiholan yang merupakan keturunan Batak. Keduanya menikah tahun 2013 silam dan telah dikaruniai seorang putri cantik bernama Salma Jihane Putri Dewanto. 3. Artis Menikah dengan Orang Batak,Rianti Cartwright Memiliki keturunan Inggris dan Jawa, Rianti Cartwright rupaya berjodoh dengan orang Batak bernama Alfoncius Dopot Parulian Nainggolan atau biasa dipanggil Cas Alfonso yang berprofesi sebagai penyanyi dan komposer musik. Keduanya menikah pada tahn 2010 dan masih langgeng hingga sekarang. 4. Olla Ramlan Olla Ramlan yang memiliki darah Banjarmasin menikah dengan pria asal Batak, Muhammad Aufar Hutapea pada tahun 2012. Keduanya dikaruniai dua orang aak dari pernikahan tersebut. 5. Artis Menikah dengan Orang Batak, Bebi Romeo Jika ditanya soal contoh cinta sejati di kehidupan nyata, bisa jadi Bebi Romeo dan Meisya Siregar adalah jawabannya. Bebi Romeo adalah musisi, penyanyi, pencipta lagu dan produser musik, sedangkan Meisya Siregar merupakan artis peran dan presenter. Bebi Romeo mencintai Meisya sejak keduanya masih sama-sama lajang, namun Meisya kemudian menikah dengan orang lain. Patah hati membuat Bebi Romeo menciptakan lagu Bunga Terakhir yang melegenda. Namun, istilah kalau jodoh takkan kemana benar-benar berlaku pada hidup Bebi Romeo. Meisya Siregar bercerai dengan suami pertamanya. Dan akhirnya mereka berdua menikah pada tahun 2004. Hubungan keduanya masih harmonis sampai sekarang dan memiliki tiga orang anak. Meisya sendiri merupakan keturunan Batak karena ibu dan ayahnya asli orang Batak. Sedangkan Bebi Romeo sendiri tak punya keturunan Batak sama sekali. 6. Kahiyang Ayu Yang terakhir dalam daftar ini ada putri tunggal Presiden Jokowi, yakni Kahiyang Ayu. Kahiyang yang keturunan Jawa menikah dengan Bobby Nasution asal Mandailing, Sumatera Utara. Bobby merupakan biar berdarah Batak. Kini keduanya telah dikaruniai tiga orang anak yang lucu-lucu. Baca juga 10 Artis Menikah dengan Adat Batak, Prosesinya Ada yang Sampai 7 Jam! Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android. Jawaban(1 dari 2): Sebagai orang yang sering bergaul dengan orang Minang, saya jadi banyak tahu kekurangan dan kelebihan mereka. Karena dalam pertanyaan ini yang diminta adalah kelebihannya, maka saya akan mengajukan tiga hal yang menurut saya merupakan strength-nya orang Minang : Pandai berdip - Sebagai salah satu suku bangsa dengan populasi terbesar di Indonesia, Suku Batak, yang mendiami Sumatera Utara, memiliki beragam keunikan. Salah satu keunikannya adalah semua orang Batak mempunyai marga, yang menunjukkan asal keturunan mereka. Suku Batak terbagi ke dalam enam sub-suku atau puak, yaitu Batak Toba, Batak Karo, Batak Pakpak, Batak Simalungun, Batak Angkola, dan Batak puak memiliki ciri khas nama marga, yang berfungsi sebagai tanda adanya tali persaudaraan. Karena orang Batak menganut paham garis keturunan bapak patrilineal, maka dengan sendirinya marga tersebut juga berasal dari marga Batak yang ada saat ini diperkirakan mencapai hampir 500 marga. Lantas, mengapa orang Batak mempunyai banyak marga dan bagaimana asal-usulnya? Asal-usul marga Suku Batak Menurut cerita tentang asal-usul orang Batak, dikatakan bahwa nenek moyang mereka adalah seorang putri surga bernama Siboru Deak Parujar, yang menikah dengan Raja Odap-odap. Dari perkawinan mereka, lahir anak kembar bernama Raja Ihot Manisia laki-laki dan Boru Ihot Manisia perempuan. Raja Ihot Manisia mempunyai tiga anak, salah satu di antaranya adalah Raja Miokmiok, yang kemudian memiliki anak bernama Eng Banua. Eng Banua memiliki tiga anak bernama Raja Bonang-bonang, Si Raja Atseh, dan Si Raja Jau. Dengansendirinya, Anda pun lebih ringan menjalani perkawinan, karena tidak perlu lagi menyembunyikan sesuatu atau harus bersandiwara agar terlihat hebat di mata pasangan dan keluarganya. 3/ Mertua bukan masalah Kalau orang tua Anda tak keberatan Anda bersahabat dengan seseorang, tentunya orang itu memang cocok di hati mereka. - Suku Batak dikenal sebagai etnis yang paling modern di Indonesia. Mereka dapat berbaur dengan peradaban modern namun tetap mempertahankan tradisi sebagai bagian dari adat istiadat. Suku Batak memiliki kebiasaan unik, mulai nada bicaranya yang keras hingga kebiasaan-kebiasaannya. Berikut 9 fakta tentang suku Batak 1. Larangan Perkawinan Satu Marga Masyarakat Batak pada umumnya menganut paham perkawinan eksogami yang mengharuskan perkawinan dengan beda marga. Perkawinan dianggap tabu apabila laki-laki menikah dengan wanita satu marga. Suku Batak yang melangsungkan perkawinan satu marga akan dihukum dengan hukum adat yang berlaku. 2. Mangulosi Mangulosi atau memberikan ulos merupakan simbol rasa sayang dari pemberi kepada penerima. Dalam, pernikahan adat Batak ada acara mangulosi untuk kedua mempelai. Mangulosi telah disesuaikan dengan agama yang ada di Indonesia. Baca juga Asal-usul dan Subsuku Suku Batak 3. Suku Batak Memiliki Beberapa Sub Suku Menurut buku Tarombo Borbor Marsada yang dikutip Giyanto, suku Batak memiliki 11 sub suku yang tercatat, yaitu Batak Karo, Batak Toba, Batak Papa, Batak Simalungun, Batak Angkola, Batak Mandailing, Batak Dairi, Batak Nias, Batak Alas, Batak Gayo, dan Batak Kluet. 4. Mandok Hata Mandok Hata diartikan sebagai mengucap kata atau sabda. Acara ini merupakan acara adat, seperti perkawinan, orang meninggal, dan upacara-upcara lain. Mandok Hata tidak sekedar menyampaikan kata-kata seperti kata sambutan. Dalam, Mandok Hata disertai dengan bahasa sastra umpama/umpasa dan itu diungkapkan dengan lisan. 5. Martarombo Martarombo sebuah tradisi komunikasi suku Batak yang diterapkan ketika berkenalan dengan sesama suku Batak. Tradisi Martarombo dilakukan untuk membentuk tali kekerabatan di antara sesama suku Batak dengan cara mencari hubungan marga dari kedua pihak yang berkenalan. Baca juga Suku Batak Bahasa, Agama, Marga, dan Kebudayaan 6. Menikah Dengan Pariban sepupu Suku Batak merupakan salah satu suku yang memperbolehkan melakukan perkawinan pariban untuk mempertahankan regenerasi sukunya. Perkawinan pariban merupakan hubungan yang melibatkan pengantin laki-laki yang merupakan anak kandung ibu dengan pengantin perempuan yang merupakan anak kandung saudara kandung saudara laki-laki ibu Bisa juga, pengantin perempuan merupakan anak kandung ayah dengan pengantin laki-laki yang merupakan anak kandung saudara kandung perempuan ayah. Shutterstock/Intansin Ilustrasi suku Batak Toba, di Desa Huta Tinggi, Samosir, Sumatera Utara 7. Tuhor Pemberian Tuhor adalah tradisi yang dilakukan pada acara pernikahan suku Batak. pemberian tuhor kadang dapat diartikan seperti pihak laki-laki "membeli" pihak perempuan saat menikah. Tuhor adalah uang yang diberikan oleh mempelai laki-laki kepada keluarga mempelai perempuan saat proses pernikahan. Baca juga Mengapa Suku Batak Mempunyai Banyak Marga? Besarnya uang yang diberikan mempelai laki-laki tergantung dengan negosiasi dan tawar menawar dari kedua belah pihak, prosesnya biasa didiskusikan saat lamaran. Beberapa pertimbangan dalam negosiasi jumlah tuhor ini, seperti keadaan sosial keluarga mempelai wanita, keadaan ekonomi keluarga, dan lain-lainnya. 8. Konsep Rumah Batak Tipe khas rumah Batak Toba adalah bentuk atapnya melengkung dan pada ujung atas sebelah depan kadang-kadang dilekatkan tanduk kerbau, sehingga rumah adat itu menyerupai kerbau. Punggung kerbau adalah atap yang melengkung, kaki-kaki kerbau adalah tiang-tiang pada kolong rumah. 9. Cicak dan Empat Payudara Ornamen cicak menghadap empat payudara terdapat di beberapa rumah tradisional Batak. Cicak dan empat payudara melambangkan cicak merupakan hewan yang dapat hidup dimana saja dan mudah beradaptasi. Baca juga Suku Batak di Sumatera Utara, Nenek Moyangnya dari Asia Selatan Artinya, generasi Batak harus keluar daerah untuk mencari peruntungan dan dapat hidup dimana saja. Sedangkan, empat payudara melambangkan kesuburan. Cicak yang menghadap empat payudara melambangkan generasi Batak yang keluar kampung harus ingat ibu yang sudah melahirkan di kampung halaman. Editor Anggara Wikan Prasetya Sumber dan Jawaban Aku orang batak. Boru sianturi . Papi aku marga sianturi. Nah kami orang-orang batak istilahnya sudah punya jodoh dari lahir yaitu sepupu kami sendiri. Jodoh aku disebut pariban. Jadi pariban itu begini papi aku marga sianturi punya adik atau kakak perempuan nah mereka itu punya anak lak
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. [caption id="attachment_275738" align="aligncenter" width="116" caption=" Suku Batak terkenal dengan adat istiadatnya yang sangat rumit dan unik, posisi adat dalam suku Batak berada pada urutan kedua setelah Agama. Bahkan dalam kehidupan sehari-hari adat memiliki peran yang sangat penting dalam masyarakat Batak, adat menjadi alat pemersatu antara individu dengan individu yang lain, antara satu keluarga dengan keluarga lain, antara marga yang satu dengan marga yang lain. Adat sangat dijunjung tinggi keberadaannya oleh orang Batak karena adat menjadi sebuah alat dapat mengatur kekerabatan suku-suku Batak. Dengan mengetahui adat, maka orang Batak akan bisa memposisikan dirinya ketika berkenalan dengan orang baru hanya dengan menanyakan marga orang tersebut. Dalam acara-acara Batak juga tidak lepas dari adat, baik acara sukacita maupun dukacita. Ciri yang paling khas adalah kehadiran ulos dalam setiap acara Batak. Salah satu yang cukup rumit dan unik dalam adat Batak adalah pernikahan, bagi suku Batak pernikahan adalah sebuah acara yang sangat berharga. Pernikahan bagi masyarakat Batak khususnyaorang Toba wajib dilaksanakan dengan menjalankan sejumlah ritualperkawinan adat Batak setelah menerima pemberkatan dari Gereja. Dalam keunikan dan ragam keistimewaannya, upacara pernikahan adatBatak Tobacukup merepotkan, apabila dibandingkan dengan pernikahan suku-suku lain yang ada di Indonesia. Acara adat Batak bisa berlangsung dari pagi hingga malam hari pukul 10 WIB karena panjangnya tata acara adat yang dilaksanakan. Sehingga bagi mereka yang baru pertama mengikuti acara nikah orang Batak akan merasa heran dengan panjangnya acara tersebut. Pernikahan Batak akan dipandang sah dalam masyarakat harus mengikuti tata adat yang berlaku. Walau sebenarnya pemberkatan di Gereja adalah hal yang paling utama, namun jika tidak melakukan acara adat secara penuh adat na gok maka keluarga yang baru terbentuk belum sah posisinya dalam adat batak. Berikut ini tata adat dalam pernikahan Batak yang disebut dengan adat na gok pernikahan orang Batak 1. Mangarisika/ Perekenalan dan bertunangan. Dalam hal ini pihak pria melakukan kunjungan tidak resmi ke rumah wanita dalam rangka penjajakan atau perkenalan pihak keluarga pria kepada orang tua wanita, biasanya diutus dua atau tiga orang dari pihak pria. Jika pihak wanita terbuka untuk menerima peminangan maka pihak orang tua pria memberikan tanda kasih tanda holong dan pihak wanita memberi tanda mata berupa kain, cincin emas, dan lain-lain. 2. Marhori-hori Dinding/Marhusip Marhusip Indo berbisik, marhusip bukan dalam artian pihak pria dan pihak wanita berbisik-bisik. Akan tetapi pembicaraan antara kedua belah pihak yang melamar dan yang dilamar, terbatas dalam hubungan kerabat terdekat dan belum diketahui oleh umum. Tahap ini adalah kelanjutan dari mangarisika, yaitu acara bertamu antara orang tua serta kerabat pria kepada orang tua serta kerabat wanita. Akan tetapi akhir-akhir ini acara Marhori hori Dinding sudah agak melenceng dari sebenarnya dimana acara ini tidak hanya menjajaki lagi namun sudah langsung membicarakan hal-hal pokok seperti berapa besarnya nilai Mas Kawin / sinamot yang akan diberikan pihak pria kepada pihak perempuan tersebut, tempat Pesta Pernikahan, akan tetapi pembicaraan ini belum bersifat resmi. 3. Marhata Sinamot Sinamot adalah tuhor ni boru, dalam adat Batak, pihak pria ā€œmembeliā€ wanita yang akan jadi istrinya dari calon mertua. Jumlah sinamot yang akan dibayarkan pria kepada pihak wanita dibicarakan dalam acara ini, sebelum membicarakan jumlah sinamot, terlebih dahulu acara makan bersama yang dihadiri beberapa orang pihak pria dan wanita. Acara ini dilakukan di rumah kaum wanita, pihak pria tanpa pengantin datang ke rumah wanita membawa juhut/daging dan makanan untuk dimakan bersama. Setelah makan bersama dilanjutkan dengan pembagian Jambar Juhut daging kepada anggota kerabat, yang terdiri dari 1. Kerabat marga ibu hula-hula 2. Kerabat marga ayah dongan tubu 3. Anggota marga menantu boru 4. Pengetuai orang-orang tua/pariban 5. Diakhir kegiatan Pudun Saut maka pihak keluarga wanita dan pria bersepakat menentukan waktu Martumpol dan Pamasu-masuon. Dalam acara ini ada beberapa hal pokok yang dibicarakan yaitu 1. Sinamot. 2. Ulos 3. Parjuhut dan Jambar 4. Jumlah undangan 6. Tanggal dan tempat pesta. 7. Tatacara adat 5. Martumpol baca martuppol Acara ini adalah penanda-tanganan persetujuan pernikahan oleh orang tua kedua belah pihak atas rencana perkawinan anak-anak mereka dihadapan pejabat gereja. Martumpol dilakukan biasanya dua minggu sebelum pesta pernikahan. Dalam acara ini kedua pengantin ikut hadir serta anggota keluarga ke Gereja. Selanjutnya pejabat gereja mewartakan rencana pernikahan dari kedua mempelai melalui warta jemaat, yang biasa disebut dengan Tingting baca tikting seperti pemberitahuan bahwa kedua belah pihak akan menikah. Tingting harus dilakukan dua kali hari minggu berturut-turut, setelah dua kali tingting tidak ada gugatan dari pihak lain baru dapat dilanjutkan dengan pemberkatan nikah pamasu-masuon. 6. Martonggo Raja atau Maria Raja. Martonggo raja adalah suatu kegiatan pra pesta/acara yang bersifat seremonial yang mutlak diselenggarakan oleh penyelenggara pesta/acara yang bertujuan untuk empersiapkan kepentingan pesta/acara yang bersifat teknis dan non teknis, dalam acara ini biasanya dihadiri oleh teman satu kampung, dongan tubu saudara. Pihak hasuhuton tuan rumah memohon izin pada masyarakat sekitar terutama dongan sahuta temansekampung untuk mebantu mepersiapkan acara dan penggunaan fasilitas umum pada pesta yang telah direncanakan. 7. Manjalo Pasu-pasu Parbagason Pemberkatan Pernikahan Pemberkatan pernikahan kedua mempelai dilakukan di Gereja oleh Pendeta, setelah pemberkatan pernikahan selesai maka kedua mempelai sudah sah sebagai suami-istri menurut gereja. Setelah pemberkatan dari Gereja selesai, kemudian kedua belah pihak pulang ke rumah untuk mengadakan acara adat Batak dimana pesta ini dihadiri oleh seluruh undangan dari pihak pria dan wanita. 8. Pesta Unjuk Setelah selesai pemberkatan dari Gereja, kedua mempelai juga menerima pemberkatan dari adat yaitu dari seluruh keluarga terkhusus kedua orang tua. Dalam pesta adat inilah disampaikan doa-doa bagi kedua mempelai yang diwakili dengan pemberian ulos. Kemudian dilakukan pembagian jambar jatah berupa daging dan juga uang yaitu 1. Jambar yang dibagi-bagikan untuk pihak wanita adalah jambar juhut daging dan jambar uang tuhor ni boru dibagi menurut peraturan. 2. Jambar yang dibagi-bagikan bagi pihak pria adalah dengke baca dekke/ ikan mas arsik dan ulos yang dibagi menurut peraturan. Pesta Unjuk ini diakhiri dengan membawa pulang pengantin ke rumah paranak. 9. Mangihut di ampang dialap jual Dialap Jual artinya jika pesta pernikahan diadakan di kediaman kaum wanita, maka dilakukanlah acara membawa mempelai wanita ke tempat mempelai pria. 10. Ditaruhon Jual. Jika pesta untuk pernikahan itu dilakukan di rumah mempelai pria, maka mempelai wanita dibolehkan pulang ke tempat orang tuanya untuk kemudian diantar lagi oleh para namborunya ke tempat namborunya. Dalam hal ini paranak wajib memberikan upa manaru upah mengantar, sedang dalam dialap jual upa manaru tidak dikenal. 10. Paulak Unea a. Seminggu setelah pesta adat dan wanita tinggal bersama dengan suaminya, maka pihak pria, minimum pengantin pria bersama istrinya pergi ke rumah mertuanya untuk menyatakan terima kasih atas berjalannya acara pernikahan dengan baik, terutama keadaan baik pengantin wanita pada masa lajangnya acara ini lebih bersifat aspek hukum berkaitan dengan kesucian si wanita sampai ia masuk di dalam pernikahan. b. Setelah selesai acara paulak une, paranak kembali ke kampung halamannya/rumahnya dan selanjutnya memulai hidup baru. 11. Manjae Setelah beberapa lama pengantin pria dan wanita menjalani hidup berumah tangga kalau pria tersebut bukan anak bungsu, maka ia akan dipajae, yaitu dipisah rumah tempat tinggal dan mata pencarian. Biasanya anak paling bungsu mewarisi rumah orang tuanya. 12. Maningkir Tangga baca manikkir tangga Setelah pengantin manjae atau tinggal di rumah mereka, maka orang tua serta keluarga pengantin datang untuk mengunjungi rumah mereka, dan diadakan makan bersama. Demikianlah tata pernikahan dalam adat Batak yang disebut dengan adat na gok, akan tetapi akhir-akhir ini tidak semua lagi urutan ini dilakukan seperti semula, terutama orang-orang Batak yang diperantauan. Beberapa sudah dibuat menjadi lebih simpel, ada juga sebagian yang digabungkan pelaksanaannya. Terimakasih. Salam. Lihat Sosbud Selengkapnya
Upacaraperkawinan. Upacara perkawinan adat Batak Toba dilakukan penuh hikmat karena disertai dengan acara agama yang saling melengkapi. Keterlibatan gereja yang paling mutlak dalam perkawinan adat ini adalah saat martumpol/marpadan (akad) dan sata pamasu masuon (peresmian). Upacara perkawinan adat Batak Toba dapat dilakukan dalam bentuk :
Dalam sistem kekerabatan dalam adat Batak ungkapan pariban atau marpariban lebih sering disebut hubungan antara seorang laki-laki dengan seorang wanita yang dilahirkan oleh Tulang paman atau orang yang semarga dengan ibu si pria tersebut. Kalau dari sudut pandang si wanita, pariban disebut kepada sepupu atau pria yang dilahirkan oleh Namboru atau yang semarga dengan ayah si wanita tersebut. Suku Batak sangat mendukung pada tradisi perjodohan pariban bahkan apabila kita bisa menikahi pariban,itu merupakan sebuah prestasi dan kebanggan tersendiri bagi untuk saat ini tradisi tersebut sudah tidak diharuskan lagi dalam keluarga. Dalam Sejarah Kerajaan Suku Batak kata pariban ini selalu menjadi senjata ampuh bagi laki-laki untuk mendekati wanita di awal pertemuan,yaitu disaat yang kita ketahui Suku Batak tidak lepas dari setiap perkenalan cowok batak dengan cewek batak,selain menyebutkan nama selalu menyebutkan marga apa dan boru apa. Apalagi dikalangan anak perantau kata pariban ini kerap menjadi alasan bagi para cowok maupun cewek untuk bisa lebih saling dekat walaupun tidak semuanya seperti itu,alias sebagian satu sama bahkan karna kuatnya kata pariban ini sebagai senjata mendekati lawan jenis. Dalam tradisi adat Batak Marpariban atau Pariban memiliki ikatan tersirat bahwa mereka dijodohkan secara adat. Maka jika seseorang menikah dengan seseorang yang diluar ikatan pariban maka akan diadatkan dan diangkat sebagai pariban atau sisada boru saat menikah nantinya oleh pihak Tulang sang pria. Jika dalam perkenalan antara pria dan wanita ada hubungan pariban biasanya akan terjalin rasa kedekatan sebagai sebuah keluarga. Namun ternyata ada Pariban yang tidak bisa saling menikah Pariban Na So Boi Olion. Ada dua jenis untuk kategori ini Pariban kandung hanya dibenarkan menikah dengan satu Pariban saja. Misalnya 2 orang laki-laki bersaudara kandung memiliki 5 orang perempuan pariban kandung, yang dibenarkan untuk dinikahi adalah hanya salah satu dari mereka, tidak bisa keduanya menikahi yang berasal dari marga nenek dari pihak ibu kandung kita sendiri atau pariban dari Tulang Rorobot Boru ni Tulang Rorobot. Misalnya nenek yang melahirkan ibu si anak laki-laki bermarga boru A dan perempuan bermarga boru A, tidak diperbolehkan saling menikah. Istilah pariban juga merujuk kepada adik anggi atau kakak angkang, misalnya ayah saya menikah dengan ibu saya. Kepada orang lain, ayah saya akan menyebutkan adik perempuan ibu inanguda/nanguda atau kakak perempuan ibu inangtua/nantua saya sebagai ā€œparibanā€. Namun kepada mereka sendiri, ayah saya memanggil anggi atau angkang. Pada pesta adat, golongan ā€œParibanā€ merupakan kelompok putri Boru manang Iboto dari pihak Hula-hula. Beberapa partuturon ayang berhubungan dengan pariban • Anak baoa ni Tungganeniba Tulang Tulang naposo, Pardihuta niba manjou Amang Amang naposo, Jala jouonna iba Amangboru/Namboru. • Boru ni Tungganeniba Maen Pariban ni Anakniba. Jouonna iba Amangboru/Namboru. Alai molo dioli Anakniba Paribanna boru ni Tulangna gabe Parumaenniba ma Maenniba hian, jala gabe marsimatua ma maennibai jala anaknibai gabe Hela ni Tulangna ndang be Berena. Keuntungan menikah dengan pariban Inilah keuntungan menikah dengan pariban yang harus kamu ketahui. 1. Tidak perlu repot-repot mencari cewek buat PDKT 2. Tidak perlu waktu untuk saling mengenal 3. Mempererat hubungan kekeluargaan Kekurangan menikah dengan pariban Berikut ini kekurangan kerugian jika menikah dengan pariban. 1. Tidak menambah saudara 2. Dicap tidak bisa mencari pacar dan terkesan dijodohkan 3. Resiko penyakit yang menyerang keturunan
KekuatanOrang Batak Toba Menurut Pastor Dr. Herman Nainggolan. Orang Batak Toba memiliki kelebihan-kelebihan. Demikian disampaikan Pastor Dr. Herman Nainggolan, OFMCap dalam Seminar Tahun Keluarga HKBP Distrik X Medan-Aceh, 21 Mei 2016 di Hotel Danau Toba, Medan. Kelebihan tersebut merupakan kekuatan.
Meski berumahtangga memiliki tantangan dan kesulitan tersendiri, tak bisa dipungkiri bahwa Anda juga akan mendapat keuntungan menikah setelah dinyatakan sah oleh penghulu. 9 Keuntungan Menikah Berikut ini adalah 9 keuntungan menikah yang hanya bisa dimengerti oleh orang yang sudah sah berumahtangga. 1. Punya gandengan untuk kencan maupun kondangan Salah satu keuntungan menikah, punya teman kencan dan gandengan ke acara kondangan. Setelah menikah, Anda tidak perlu pergi ke acara pesta sendirian, karena ada pasangan yang menemani Anda. Begitupun saat kondangan, ada gandengan yang bisa dipamerkan. Juga ketika acara reunian yang membosankan, ada seseorang yang bisa Anda jadikan teman mengobrol untuk mengusir kebosanan. 2. Tidak perlu ketakutan karena tidur sendiri tiap malam Bangun di tengah malam karena bermimpi buruk pastinya akan semakin terasa buruk jika Anda sendirian. Tetapi jika sudah menikah, akan ada seseorang yang memeluk dan menenangkan perasaan takut setelah mimpi buruk yang dialami. Jadi, tak perlu lagi takut tidur sendiri, ada pasangan yang menemani. 3. Keuntungan menikah, tidak pernah lagi bangun sendirian Keuntungan menikah lainnya, bukan guling yang dipeluk ketika malas bangun pagi. Tapi tubuh hangat pasangan halal kita. Malas bangun pagi, ingin kembali tidur sambil memeluk guling. Namun apabila sudah menikah, bukan guling yang akan dipeluk, tapi tubuh pasangan kita. Kadang, kita pun akan terbangun dengan ciuman atau bisikan lembut di telinga yang menyuruh kita untuk bangun. Melihat wajah orang yang dicintai saat bangun pagi, hal yang sangat indah untuk memulai hari. Betul tidak, Parents? 4. Punya rekan hidup yang selalu setia mendampingi Memiliki orang yang setia mendampingi disaat kita membutuhkan, adalah keuntungan menikah yang hanya bisa didapat setelah halal. Memiliki sahabat sejati, adalah impian semua orang. Dia akan membantu saat kita butuhkan, mendampingi di waktu tersulit dalam hidup. Dan pasangan sah akan menjadi orang paling dekat, sahabat baik dalam hidup yang takkan pernah tergantikan. 5. Ada seseorang yang merawat jika sakit Kalau punya pasangan, pastinya tidak akan sendirian saat jatuh sakit. Itulah keuntungan menikah. Hal paling menyedihkan yang bisa terjadi, Anda jatuh sakit dan sendirian saja di rumah atau kosan. Namun tentu saja hal tersebut tidak berlaku jika sudah ada pasangan yang kita nikahi. Dia akan merawat dan menjaga kita, juga mengurus keperluan kita selama sakit. Tak perlu lagi merasa melankolis karena tidak ada yang menemani selama sakit, karena pasangan kita ada di sana untuk menyembuhkan kita dengan sentuhannya yang penuh cinta. 6. Belajar untuk tidak menjadi orang yang egois adalah salah satu keuntungan menikah Salah satu manfaat menikah adalah kita senantiasa belajar untuk tidak menjadi orang egois. Pernikahan mengajarkan setiap orang untuk tidak menjadi pribadi yang egois, dan belajar arti dari memberi. Menikah berarti kita menghargai orang yang kita nikahi melebihi diri kita sendiri. Jika sebelumnya saat belanja kita hanya memikirkan keperluan kita, kini kita juga akan memikirkan keperluan pasangan. Bila sebelumnya kita memasak untuk satu orang, kini kita juga memikirkan apa yang suka dia makan atau tidak. Selain itu, kita juga akan belajar untuk memahami perasaan pasangan, dan mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan hal terbaik bagi kalian berdua, dan bukan diri sendiri saja. 7. Selalu punya seseorang yang bisa diaku, "Dia milikku." Keuntungan menikah lainnya, kita bisa membanggakan pasangan di hadapan teman-teman. Mengakui seseorang adalah milik kita, tentu berbeda rasanya jika yang diakui adalah pacar dan bukan suami/istri. Pasangan yang kita nikahi akan benar-benar menjadi milik kita jiwa dan raga, pernikahan mengikat kita dengannya seumur hidup. 8. Ada tempat untuk bersandar melepaskan keluh kesah Setelah hari yang penat, atau perselisihan dengan teman yang membuat Anda ingin curhat dengan seseorang. Tentunya sangat menyenangkan jika orang tersebut ada di rumah, dan kita bisa langsung menumpahkan keluh kesah padanya. Selain itu, kita juga punya seseorang yang bisa diajak berunding atau berdiskusi, saat ada hal pelik yang harus diputuskan. Tak perlu lagi memendam uneg-uneg sendiri, karena ada pasangan kita yang siap mendengarkan. Tetapi, tentunya hal ini berjalan dua arah. Anda juga harus siap menjadi tempat berkeluh kesah saat dia membutuhkan tempat curhat. 9. Tidak perlu takut untuk bermesraan, karena sudah halal Bermesraan tak perlu takut dosa atau ketahuan tetangga, karena keuntungan menikah membuat kita bebas melakukan apa saja bersama pasangan. Saat masih pacaran, mesra-mesraan harus dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan perasaan was-was takut ketahuan. Tapi, jika sudah memegang buku nikah, apapun halal dilakukan. Tak ada perasaan khawatir takut dosa atau digrebek pak lurah, karena apabila sudah sah, siapa yang berani melarang? *** Adakah keuntungan menikah lainnya yang belum disebutkan di sini, yang Parents alami? Yuk, bagikan di kolom komentar. Referensi Bollywood Shaadis Baca juga Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Jikakamu orang Batak, mungkin kamu cukup familier dengan aturan-aturan yang berlaku di sana termasuk salah satunya dalam hal pernikahan. Melansir berbagai sumber, hal ini ternyata menjadi kewajiban demi melanjutkan keturunan kalau bisa laki-laki agar bisa melanjutkan marga yang dimiliki. Jika kamu orang Batak atau saat ini kamu memiliki pacar

403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID pbVQMcQIVAbrYKtHa1CfQmOgzgHkBZUGhdtSrFEOTOUW5316bwjXvQ==
4 BERHATI LEMBUT DAN SUKA MENOLONG. Meski nada bicara mereka kasar dan cenderung blak-blakan, sebenarnya mereka punya niat baik, yaitu ingin agar kita berubah. Hati mereka juga lembut dan nggak tahan melihat keluarga atau teman yang sedang kesusahan. Jika kamu sedang sedih dan butuh tempat curhat yang tepat, orang Batak adalah pilihan yang tepat. Karena, mereka nggak cuma mendengarkan, tapi bisa kasih solusi dan memberikan pertolongan.
Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya dan adat istiadat. Salah satu suku yang ada di Tanah Air adalah suku Batak. Nah, ketika kamu ingin meminang seorang wanita Batak, kamu harus memahami karakter mereka dan adat yang mereka anut. Ketika ingin mendapatkan pujaan hati. Sudah harga mati bagi seorang laki-laki untuk berjuang memenangkan cinta wanita pilihannya. Kamu juga harus mau memahami adat istiadat dari kebudayaan yang dilestarikan oleh suku asal wanita tersebut, misalnya suku Batak. Ketika akan mendekati wanita dari suku Batak ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan agar jalanmu ke jenjang pernikahan lebih mulus. 1. Perlakukan Seperti Seorang Putri Raja Dalam adat Batak ada sebutan Boru Ni Raja Putri Raja yang merupakan sebutan anak perempuan dalam adat Batak. Sebutan ini sering digunakan orang tua untuk mengingatkan anak perempuannya agar menjaga kehormatan selayaknya anak seorang raja. Boru Ni Raja merupakan sebuah konsep kehormatan dan penghormatan dalam Batak. Dan dalam konsep ini mencakup moral, etika, kepatutan, sopan santu, dan cara berpakaian. Sebutan raja dalam Batal tak melulu diartikan penguasa kerajaan, tetapi orang yang dihormati. Nah, kalau ingin mendekati wanita Batak, kamu sebaiknya memperlakukan dia seperti seoran putri raja. 2. Pahami Soal Marga Marga merupakan komponen penting dalam adat Batak. Orang Batak dilarang keras menikah dengan satu marga. Bukan hanya hal itu saja, tetapi ada hal lain yang harus kamu ketahui dari keluarganya yakni marga mamaknya. Kalau marga mamak si perempuan sama dengan marga si laki-laki maka hubungan itu tidak akan disetujui karena dianggap masih bersaudara mariboto. Jika pernikahan terjadi, orang Batak Toba akan menyebutnya marsumbang incest. Sebaliknya, jika marga si perempuan sama dengan marga mamak si laki-laki maka hubungan atau pernikahan itu sangat disukai. 3. Cermati Perjanjian Adat Selain itu, kamu juga harus memahami adanya perjanjian adat padan. Padan merupakan perjanjian satu cabang marga dengan marga lain sebagai marga yang bersaudara kandung. Contoh padan yakni antara marga Sitompul dan Tampubolon, Hutabarat bagian Parboju Bosi dan Silaban bagian Sitio, dan masih ada marga lainnya. Kedua marga marpadan tersebut tidak boleh menikah karena dianggap saudara kandung yang diikat dengan perjanjian. Jika dilanggar maka disebut mangose padan atau mengingkari janji. Mereka dianggap akan menerima hukuman dari nenek moyang masing-masing dna bahjan kedua marga tersebut akan menjatuhkan hukuman kepada si pelanggar. 4. Temui Dia di Rumahnya Martandang Ketika seorang pria melakukan kunjungan ke rumah wanita yang ia sukai martandang, pria ini akan lebih dihormati dibandingkan jika menemui wanita yang ia sukai di tempat makan, mal, bioskop, atau di luar rumah. Orang tua pihak perempuan akan lebih menghormati laki-laki seperti ini. Apalagi kalau kunjungan berakhir pada waktu yang belum begitu malam. Ini adalah cara PDKT alisa pendekatan yang laki’ banget. 5. Peleburan Keluarga Besar Kalau kamu sedang mendekati dan ingin menikahi wanita batak, jangan hanya mendekati wanita itu saja. Kamu juga harus berbaur dengan keluarga besarnya. Pernikahan Batak bukan hanya soal pernikahan dua individu tetapi juga peleburan keluarga besar. Keluarga besar dalam adat Batak Toba ada tiga kelompok keluarga yang disebut dengan Dalihan Na Tolu, yang terdiri dari Hula-Hula keluarga pemberi istri, Boru keluarga penerima istri, dan Dongan Sabutuha keluarga satu marga. Jadi, untuk menuju ke jenjang pernikahan dengan gadis Batak, kamu juga harus bisa berbaur dengan keluarga besarnya. Selain soal adat, kamu juga harus memahami karakteristis wanita Batak. Mereka memiliki gaya yang sederhana tetapi tampak mewah karena auranya. Kemudian, tidak hanya laki-laki Batak yang tegas, wanita Batak juga tegas lho. Hanya saja terkadang orang menganggap gadis Batak itu cerewet. Padahal seseungguhnya mereka hanya tegas pada dirinya sendiri dan pada kamu. Meski wanita Batak terlihat sangar, tetapi percayalah hatinya keibuan. Mereka selalu tersentuh untuk membantu teman, bahkan pasangannya. Wanita batak juga sebagian besar terlatih mandiri dan tidak manja. Meskipun terlahir wanita, para gadis Batak juga merupakan pekerja keras. Meskipun wanita Batak dinilai jutek dan cuek. Padahal mereka hanya tidak mau tebar pesona pada orang yang tidak spesial. Pada siapapun mereka akan terkesan cuek, tetapi kepadamu yang dianggap spesial, ia akan menjadi seseorang yang penuh kasih sayang. Wanita Batak juga terkenal jujur dan apa adanya. Di awal pertemuan, mereka lebih jujur untuk menunjukkan kepribadiannya kepadamu, sehingga kamu tidak perlu takut ke depannya akan berubah drastis. Kemudian, ketika cewek Batak berhasil kamu taklukkan, ia akan memberi perhatian super tulus padamu. Satu lagi, wanita Batak sadar akan kodratnya sebagai wanita. Mereka akan melakukan apa yang seharusnya wanita lakukan. Wanita Batak mereka memegang adat batak sebagai ā€œboruā€ perempuan yang menghormati lelaki. Setiap suku memiliki adat dan budayanya sendiri dan harus saling menghormati. Oleh karena itu, sudah sewajarnya kamu memahami beberapa hal penting tersebut sebelum mendekati wanita Batak pujaan hatimu. Dengan memahami kelima hal itu, juga sebagai bukti kesungguhamnu untuk memenangkan hatinya dan keluarganya. Bagaimana Tanggapan Anda Tentang Artikel Ini?
Kirakira serumit apa ya menikah ala Orang Batak ini? Yuk, simak ulasan berikut! Larangan untuk menikah dengan orang bermarga sama. Larangan menikah dengan marga serupa [Sumber gambar] Namanya Mar-Ito, yaitu tidak boleh menikahi orang dengan marga yang sama. Misalnya saja si lelaki berasal dari marga Gurning, perempuan juga bermarga Gurning, maka kedua belah pihak dianggap masih bersaudara, walaupun sebenarnya tidak punya hubungan apa-apa.
"Cari pasangan yang satu suku, adat dan kebiasaan aja." Kalimat itu yang mungkin sering kamu dengar di masyarakat, kan? Cinta beda suku memang masih dianggap tabu oleh sebagian besar masyarakat yang menjunjung tinggi adat istiadat daerah asalnya. Selain mitos larangan pernikahan suku Sunda dan Jawa, ada juga nih mitos larangan menikah bagi suku Batak dan Jawa. Kira-kira kenapa suku Batak dan Jawa sulit dipersatukan? Mengenal Mitos Pernikahan Terlarang antara Suku Batak dan Jawa Larangan menikah bagi suku Batak dan Jawa didasari oleh stereotype karakter masing-masing suku. Banyak orang beranggapan bahwa pernikahan antara suku Batak dan Jawa merupakan penyatuan antara sosok dominan dan submisif penurut. Suku Batak dianggap memiliki kepribadian dominan, wataknya cenderung keras dan ekspresif. Sebaliknya, Suku Jawa justru dianggap penurut dan lebih plin-plan. Sehingga pernikahan yang menyatukan dua orang beda suku tersebut dikhawatirkan menimbulkan penindasan. Seseorang yang berasal dari Suku Batak selalu dianggap lebih dominan dalam rumah tangga dan rentan menindas pasangannya yang berasal dari Suku Jawa. Padahal, anggapan tersebut tak sepenuhnya benar karena tidak semua karakter suku Batak dan Jawa sama. Notty J. Mahdi selaku Antropolog Forum Kajian Antropologi Indonesia juga pernah menjelaskan cinta beda suku antara Batak dan Jawa. Menurut Notty, adat istiadat kedua suku tersebut terbilang rumit dalam putaran hidup manusia life cycle dan berbeda satu sama lain. Bagi orang Batak, marga sangat penting karena keturunan diperhitungkan berdasarkan garis ayah. Pria Batak yang menikah dengan wanita di luar suku Batak harus mengadakan upacara pemberian marga untuk sang istri sehingga nanti keturunan mereka memperoleh peran dalam adat. Selain latar belakang karakter dan adat istiadat, pernikahan suku Batak dan Jawa juga dianggap tabu karena identik dengan perbedaan agama. Suku Batak sering dikaitkan dengan agama Kristen, sedangkan suku Jawa dianggap mayoritas menganut Islam. Padahal anggapan tersebut sama sekali keliru. Ada kok suku Batak yang mayoritas beragama Islam, contohnya Batak Mandailing. Masyarakat Suku Jawa juga ada yang menganut agama Kristen. Jadi, pernikahan Suku Batak dan Jawa tidak selalu dilakukan berdasarkan perbedaan agama. Apa Sih Sisi Positif Pernikahan Suku Batak dan Jawa? Jangan lelah mengupayakan perjuangan cinta kalau saat ini kamu menjalani hubungan beda suku dengan si dia. Faktanya, pernikahan Suku Batak dan Jawa justru bisa memberikan beberapa sisi positif berikut ini bagi kamu dan pasanganmu. Belajar Saling Menghargai Satu Sama Lain Cinta beda suku membutuhkan rasa saling menghargai agar perasaan tersebut awet dan membuat pernikahanmu langgeng. Pernikahan adalah proses belajar seumur hidup, terutama kalau kamu menikahi pasangan yang berbeda suku denganmu. Kamu dan dia sama-sama harus punya respect satu sama lain terhadap kebiasaan dan karakter masing-masing sehingga bisa menemukan solusi bagi setiap permasalahan hidup. Memperkaya Pengetahuan dengan Mempelajari Budaya Pasangan Perjuangan cinta beda suku juga dapat memperkaya pengetahuanmu tentang budaya lain di luar sukumu. Kamu berkesempatan mempelajari budaya daerah lain bila menikah dengan orang yang tidak satu suku denganmu. Seseorang yang berasal dari Suku Jawa akan banyak diajari dan dilibatkan dalam acara adat Batak yang sarat makna dan meriah. Sebaliknya, seseorang yang berasal dari Suku Batak juga akan diajari dan dilibatkan dalam acara adat Jawa lengkap yang khidmat. Sehingga nantinya rasa cintamu terhadap budaya negeri sendiri akan semakin besar setelah mengetahui kemegahan budaya dan adat istiadat suku lain. Mampu Mendidik Anak dengan Perspektif yang Luas Orang-orang yang menjalani pernikahan beda suku biasanya memandang hidup dari perspektif yang lebih luas, termasuk untuk urusan mendidik anak. Kemungkinan besar kamu dan pasanganmu tak akan ribet mengurus tentang calon pasangan anak atau cita-cita yang dipilih sesuai passion-nya. Perjuangan cinta yang kamu lakukan sebelum menikah membuat kamu dan pasanganmu bersedia membiarkan anak menentukan keputusan secara mandiri. Menjalani Kehidupan Rumah Tangga Secara Mandiri Pernikahan beda suku juga kerap membuat orang-orang yang menjalaninya harus memulai rumah tangga secara mandiri. Kamu harus meninggalkan rumah orang tua untuk merantau ke kota asal pasangan atau kamu dan pasangan sama-sama memilih hidup di tempat yang baru. Meskipun awalnya terasa berat, hal tersebut akan membuat kamu dan si dia berkembang menjadi pribadi yang lebih matang. Kamu dan pasanganmu akan terbiasa menyelesaikan permasalahan rumah tangga secara mandiri tanpa campur tangan pihak keluarga. Urusan mudik ke kampung halaman bisa dilakukan satu hingga dua kali setahun pada momen liburan panjang. Kalau saat ini kamu sedang menjalin kedekatan dengan orang yang berbeda suku, let’s SpeakUpForLove! Jangan ragu untuk memperjuangkan cintamu dan mengutarakan isi hati hanya karena dia tidak satu suku denganmu. Pernikahan harus dilandasi cinta dan komitmen jangka panjang, bukan sekadar soal kesamaan suku. Salah satu cara meningkatkan rasa percaya diri saat berada di dekat si dia atau berada di tengah-tengah teman dan keluarga, yaitu dengan menggunakan pasta gigi Closeup Ever Fresh. Pasta gigi Closeup yang satu ini diperkaya Triple Fresh Formula yang membuat nafasmu segar hingga 12 jam dan gigi lebih putih alami. Gigi putih alami dan nafas segar pasti akan membuatmu lebih mantap menyuarakan isi hati kepadanya. Let’s SpeakUpForLove dan mulai mantapkan hubungan dengannya sebelum si dia direbut orang lain, ya!
.
  • 2rk6y02wso.pages.dev/113
  • 2rk6y02wso.pages.dev/327
  • 2rk6y02wso.pages.dev/479
  • 2rk6y02wso.pages.dev/421
  • 2rk6y02wso.pages.dev/295
  • 2rk6y02wso.pages.dev/117
  • 2rk6y02wso.pages.dev/252
  • 2rk6y02wso.pages.dev/417
  • keuntungan menikah dengan orang batak