NilaiJawabanSoal/Petunjuk KNALPOT Bagian dari motor SUMUR ... Hid sumur untuk pembuangan air tercemar atau air saluran, pekasin, dsb; - perintis lubang bor eksplorasi untuk merintis suatu daerah yang belum pern... RIOL Saluran pembuangan air SELOKAN Got Saluran Pembuangan GOT Saluran air BUSI Alat Pemercik Bunga Api Untuk Meletupkan Gas Dalam Motor KARBURASI Pencampuran gas bahan bakar minyak dengan udara pada mesin motor GEBER ...-... motor menarik gas untuk mengeluarkan suara knalpot yang nyaring MAJU Yang terjadi pada motor kita saat kita gas di gigi 1 KARBURATOR Mes bagian mesin motor, tempat gas bahan bakar minyak bercampur dengan udara KARMINATIF Far obat untuk meredakan kolik angin dalam perut dengan mengusir gas dari saluran pencernaan makanan BERAKUMULASI Keadaan sesuatu yang makin lama makin menumpuk atau tertimbun karena saluran pembuangan rusak, limbah pabrik itu ~; SLANG ...air dari bak pencuci piring dan menyalurkannya ke saluran ... FOSFATASE ...aru, leukosit dalaml; pembuangan melalui hati dan saluran empedu menuju usus; peningkatan enzim ini dalam plasma menunjukkan kemungkinan adanya sumbat... HITAM ASETILENA ...tode penguatannya ada beberapa jenis, yaitu hitam saluran yang paling kecil partikelnya, hitam termal yang kasar partikelnya, dan hitam tanur yang sed... AIR ...g 6,5 gram klor tiap liternya; - ledeng air dari saluran perusahaan air minum; - liur 1 air yang keluar dari kelenjar ludah dari mulut; air ludah; 2... ALAT ...; - kelamin bagian tubuh yang berfungsi sebagai saluran pembuangan air kencing dan sarana untuk mengadakan keturunan; - keluarga berencana alat pen... KANAL Saluran, terusan TUBA Saluran UAP Gas udara SKUTER Jenis Sepeda Motor BEAT Motor Matic ANUS Lubang pembuangan VESPA Merek motor MOGE Motor gede
SaluranBuangan Gas Pada Motor - Jawaban TTS - Kunci TTS Jawaban TTS Sistem kami menemukan 25 jawaban utk pertanyaan TTS saluran buangan gas pada motor . Kami mengumpulkan soal dan jawaban dari TTS (Teka Teki Silang) populer yang biasa muncul di koran Kompas, Jawa Pos, koran Tempo, dll. Kami memiliki database lebih dari 122 ribu. 1KAJIAN SIMULASI PENGARUH TEKANAN BALIK GAS BUANG TERHADAPKINERJA MESIN SEPEDA MOTOR EMPAT LANGKAH 135CCSefnath Josep Etwan Sarwuna, Wegie Ruslan, Indra Chandra SetiawanTeknik Mesin, Universitas PancasilaEmail etwan_sarwuna is generally known that exhaust system or commonly called muffler is a vital/main part of a motorcycle. Therefore in the automotive sector/field, this product is progressing rapidly and increasing thecustomer. Exhaust functions are to increase to speed, to beautify the shape and to acquire the goodsound hearing. But infect, many people disregard to improve/increase engine performance byutilizing the exhaust gas itself. Related to exhaust gas issue and focus on back pressure that occursduring disposal process, some exhaust products with different size of header diameter are taken andanalyzed to determine the amount of back pressure generated. The analysis using ANSYS and the direct test using DYNOJET Model 250. The simulation result show the amount ofback pressure that occurs in the header exhaust for each type of exhaust. The first type of exhaustmuffler type 1 the largest/the most back pressure is Pa, for the second type of exhaustmuffler type 2 the pressure is Pa, the third type of exhaust muffler type 3 produce back pressure and the fourth type of exhaust muffler type 4 produce the smallest back pressure The result of the four stroke 135cc motor cycle for each type of muffler using the Dynojetshow that the muffler type 1 on the 7340 rpm max torque on round of 8150 rpmgenerating a max power PS 6811 watt. For muffler type 2 on around 7160 rpm produce maxtorque and max power PS watt. For muffler type 3 at thearound 7250 rpm produce max torque and max power PS And for muffler type 4 at around 7240 rpm produce max torque and at thearound 8520 rpm obtained the max power is PS watt. Torque and the biggest powergenerated by the muffler type 3 while torque and smallest power generated by the muffler type word Backpressure, Exhaust Type, Machines Performance1. PENDAHULUANSebagaimana diketahui secara umumbahwa exhaust system atau lazim disebutknalpot, merupakan bagian vital darisebuah kendaraan bermotor. Kontruksiknalpot ini sendiri terdiri dari dua saluranutama yaitu header/leher knalpot yangterpasang pada manifold buang untukmenjaga tekanan pembuangan dan muffleratau bagian pipa ekor knalpot yangberfungsi untuk mereduksi suara yangdikeluarkan saat pembuangan. Kontruksidari knalpot ini bila ditelusuri lebih lanjutdapat dimanfaatkan untuk meningkatkankinerja mesin kendaraan. Untuk itu, makapenelitian ini mempunyai tujuan untukmengkaji rancangan geometri ukurandiameter header/leher knalpot yangmenghasilkan tekanan balik saatpembuang yang kecil sehinggamemberikan dapat positif berupa kenaikantenaga mesin dan torsi mesin. Permasalahdalam penelitian ini di batasi sebagaiberikut hanya menggunakan 4 variasiknalpot dengan ukuran diameter leherknalpot yang berbeda. Pengujian dengansimulasi menggunakan ComputationalFluid Dynamics CFD untuk mengetahuibesar tekanan balik yang dihasilkansedangkan pengujian langsungmenggunakan alat uji Chassis Dynojetuntuk mengetahui torsi dan daya yangdihasilkan masing –masing digunakan pada sepeda motor jenis2bebek bermesin empat langkah denganvolume langkah balik back pressure adalahtekanan yang timbul akibat hambatan yangdialami gas buang selama prosespenyalurannya dan merupakan pantulandari gelombang tekanan gas buang yangtelah dikeluarkan dari silinder menujusystem penyaluran gas kembali kearahsilinder. Tekanan balik back pressure inidapat terjadi baik pada exhaust manifold,pipa sambungan, muffler maupunconverter katalis dengan kata lain tekananbalik back pressure dapat terjadi jikatekanan di dalam system gas buang lebihtinggi dari tekanan atmosfer. Dari mesin 4langkah memiliki efek negativ terhadapefisiensi mesin mengakibatkan penurunandaya output yang harus di kompensasidengan meningkatkan bahan bakar. Setiapmesin memiliki karakteristik systempembuangan yang bebrbeda –beda,sehingga sudah sewajarnya setiap mesinmemiliki batasan tekanan balik yangdibutuhkan oleh mesin tersebut. Apabilasuatu system pembuangan menghasilkantekanan yang lebih tinggi dari pada yangditentukan, maka akan terdapat sebagiangas sisa pembakaran yang terperangkap didalam silinder setelah fenomenaoverlapping terjadi dan bercampurandengan campuran udara –bahan bakaryang masuk ketika langkah hisap karena itu, campuran baru ini akanmenghasilkan ledakan yang lebih lemahketika langkah kerja terjadi. Hal ini akanmengakibatkan berkurangnya tenagamesin. Sebaliknya, ketika suatu mesinmemiliki nilai tekanan balik yang lebihrendah dari pada yang ditentukan. Makagas buang akan keluar lebih cepat dariruang bakar ketika langkah pembuanganterjadi. Ketika terjadi overlapping, gas sisapembakaran akan lebih mudah mengalirdan lebih cepat menuju systempembuangan. Oleh sebab itu, terdapatsebagian campuran udara –bahan bakaryang masuk akan memiliki jeda waktuuntuk ikut keluar melalui katup buangsetelah mendorong gas sisa pembakarankeluar dari ruang bakar. Hal ini jugamenyebabkan berkurangnya tenaga mesin,karena gas buang akan mengalir lebihcepat dari system ke atmosfir, makatingkat kebisingan akan semakin diameter leher knalpot menjadipenentu besar kecilnya tekanan balikback pressure pada saat terjadi prosespembuangan. Terlalu besarnya ukurandiameter sebuah knalpot berdampak padapenurunan performa mesin sebuahkendaraan, sebaliknya terlalu kecilnyaukuran diameter pun meninghasilkantekanan balik yang besar danmengakibatkan kerugian tekanan sehingaberpengaruh juga terhadap penurunanperforma mesin. Oleh karena itu, dari 4tipe knalpot ini perlu dikaji dan ditelitiagar diketahui knalpot mana yangmempunyai ukuran diameter leher knalpotideal yang menghasilkan performamaksimum dari kendaraan METODE PENELITIANPenelitian ini dilakukan dengan tahap –tahap sebagai berikut;1. Pengumpulan informasi melalui studipusataka2. Pembuatan model CAD dilakukandengan menggunakan 1. Tipe knalpot 12bebek bermesin empat langkah denganvolume langkah balik back pressure adalahtekanan yang timbul akibat hambatan yangdialami gas buang selama prosespenyalurannya dan merupakan pantulandari gelombang tekanan gas buang yangtelah dikeluarkan dari silinder menujusystem penyaluran gas kembali kearahsilinder. Tekanan balik back pressure inidapat terjadi baik pada exhaust manifold,pipa sambungan, muffler maupunconverter katalis dengan kata lain tekananbalik back pressure dapat terjadi jikatekanan di dalam system gas buang lebihtinggi dari tekanan atmosfer. Dari mesin 4langkah memiliki efek negativ terhadapefisiensi mesin mengakibatkan penurunandaya output yang harus di kompensasidengan meningkatkan bahan bakar. Setiapmesin memiliki karakteristik systempembuangan yang bebrbeda –beda,sehingga sudah sewajarnya setiap mesinmemiliki batasan tekanan balik yangdibutuhkan oleh mesin tersebut. Apabilasuatu system pembuangan menghasilkantekanan yang lebih tinggi dari pada yangditentukan, maka akan terdapat sebagiangas sisa pembakaran yang terperangkap didalam silinder setelah fenomenaoverlapping terjadi dan bercampurandengan campuran udara –bahan bakaryang masuk ketika langkah hisap karena itu, campuran baru ini akanmenghasilkan ledakan yang lebih lemahketika langkah kerja terjadi. Hal ini akanmengakibatkan berkurangnya tenagamesin. Sebaliknya, ketika suatu mesinmemiliki nilai tekanan balik yang lebihrendah dari pada yang ditentukan. Makagas buang akan keluar lebih cepat dariruang bakar ketika langkah pembuanganterjadi. Ketika terjadi overlapping, gas sisapembakaran akan lebih mudah mengalirdan lebih cepat menuju systempembuangan. Oleh sebab itu, terdapatsebagian campuran udara –bahan bakaryang masuk akan memiliki jeda waktuuntuk ikut keluar melalui katup buangsetelah mendorong gas sisa pembakarankeluar dari ruang bakar. Hal ini jugamenyebabkan berkurangnya tenaga mesin,karena gas buang akan mengalir lebihcepat dari system ke atmosfir, makatingkat kebisingan akan semakin diameter leher knalpot menjadipenentu besar kecilnya tekanan balikback pressure pada saat terjadi prosespembuangan. Terlalu besarnya ukurandiameter sebuah knalpot berdampak padapenurunan performa mesin sebuahkendaraan, sebaliknya terlalu kecilnyaukuran diameter pun meninghasilkantekanan balik yang besar danmengakibatkan kerugian tekanan sehingaberpengaruh juga terhadap penurunanperforma mesin. Oleh karena itu, dari 4tipe knalpot ini perlu dikaji dan ditelitiagar diketahui knalpot mana yangmempunyai ukuran diameter leher knalpotideal yang menghasilkan performamaksimum dari kendaraan METODE PENELITIANPenelitian ini dilakukan dengan tahap –tahap sebagai berikut;1. Pengumpulan informasi melalui studipusataka2. Pembuatan model CAD dilakukandengan menggunakan 1. Tipe knalpot 12bebek bermesin empat langkah denganvolume langkah balik back pressure adalahtekanan yang timbul akibat hambatan yangdialami gas buang selama prosespenyalurannya dan merupakan pantulandari gelombang tekanan gas buang yangtelah dikeluarkan dari silinder menujusystem penyaluran gas kembali kearahsilinder. Tekanan balik back pressure inidapat terjadi baik pada exhaust manifold,pipa sambungan, muffler maupunconverter katalis dengan kata lain tekananbalik back pressure dapat terjadi jikatekanan di dalam system gas buang lebihtinggi dari tekanan atmosfer. Dari mesin 4langkah memiliki efek negativ terhadapefisiensi mesin mengakibatkan penurunandaya output yang harus di kompensasidengan meningkatkan bahan bakar. Setiapmesin memiliki karakteristik systempembuangan yang bebrbeda –beda,sehingga sudah sewajarnya setiap mesinmemiliki batasan tekanan balik yangdibutuhkan oleh mesin tersebut. Apabilasuatu system pembuangan menghasilkantekanan yang lebih tinggi dari pada yangditentukan, maka akan terdapat sebagiangas sisa pembakaran yang terperangkap didalam silinder setelah fenomenaoverlapping terjadi dan bercampurandengan campuran udara –bahan bakaryang masuk ketika langkah hisap karena itu, campuran baru ini akanmenghasilkan ledakan yang lebih lemahketika langkah kerja terjadi. Hal ini akanmengakibatkan berkurangnya tenagamesin. Sebaliknya, ketika suatu mesinmemiliki nilai tekanan balik yang lebihrendah dari pada yang ditentukan. Makagas buang akan keluar lebih cepat dariruang bakar ketika langkah pembuanganterjadi. Ketika terjadi overlapping, gas sisapembakaran akan lebih mudah mengalirdan lebih cepat menuju systempembuangan. Oleh sebab itu, terdapatsebagian campuran udara –bahan bakaryang masuk akan memiliki jeda waktuuntuk ikut keluar melalui katup buangsetelah mendorong gas sisa pembakarankeluar dari ruang bakar. Hal ini jugamenyebabkan berkurangnya tenaga mesin,karena gas buang akan mengalir lebihcepat dari system ke atmosfir, makatingkat kebisingan akan semakin diameter leher knalpot menjadipenentu besar kecilnya tekanan balikback pressure pada saat terjadi prosespembuangan. Terlalu besarnya ukurandiameter sebuah knalpot berdampak padapenurunan performa mesin sebuahkendaraan, sebaliknya terlalu kecilnyaukuran diameter pun meninghasilkantekanan balik yang besar danmengakibatkan kerugian tekanan sehingaberpengaruh juga terhadap penurunanperforma mesin. Oleh karena itu, dari 4tipe knalpot ini perlu dikaji dan ditelitiagar diketahui knalpot mana yangmempunyai ukuran diameter leher knalpotideal yang menghasilkan performamaksimum dari kendaraan METODE PENELITIANPenelitian ini dilakukan dengan tahap –tahap sebagai berikut;1. Pengumpulan informasi melalui studipusataka2. Pembuatan model CAD dilakukandengan menggunakan 1. Tipe knalpot 13Gambar 2. Tipe knalpot 2Gambar 3. Tipe knalpot 3Gambar 4. Tipe knalpot 43. Unit –unit volume pada simulasiAnsys diinterpretasikan denganpembentukan mesh atau 5. Meshing tipe knalpot 1Gambar 6. Meshing tipe knalpot 2Gambar 7. Meshing tipe knalpot 3Gambar 8. Meshing tipe knalpot 54. Menetukan kondisi batas boundarycondition5. Pengaturan simulasi, dimaksudkanuntuk menentukan beberapa aspekyang diperlukan sebelum pengujian langsung dengan alat ujiChassis Dynojet sebagai berikut;1. Mempersiapkan motor dan 4 Memasang knalpot standar pada motordan menempatkan motor pada Memasang kabel USB dynojet padakabel CDI Menghidupkan mesin pada kondisiidle ±1000 rpm 5 –10 Buka throttle dengan pengaturandimulai dari putaran 3000 –8500 rpmpada gigi Pengujian 2 –5 diulangi untuk tipeknalpot 2, 3 dan Data hasil pengujian langsung terekamdan tersimpan pada Mengulangi semua pengujian 1 –7masing –masing sebanyak 3 9. Computerized Chassis Dynojet3. HASIL DAN PEMBAHASANHasil simulasi menunjukkan bahwauntuk tiap tipe knalpot tekanan balik dankecepatan aliran yang dihasilkanberbeda –beda pada masing –masingmedium ketika fluida gas melaluimedium –medium tersebut. Hal inidisebabkan karena faktor modifikasigeometri yang berbeda dari tipe knalpot1, tipe knalpot 2, tipe knalpot 3 dan tipeknalpot 4. Dapat dilihat pada bab3Gambar 2. Tipe knalpot 2Gambar 3. Tipe knalpot 3Gambar 4. Tipe knalpot 43. Unit –unit volume pada simulasiAnsys diinterpretasikan denganpembentukan mesh atau 5. Meshing tipe knalpot 1Gambar 6. Meshing tipe knalpot 2Gambar 7. Meshing tipe knalpot 3Gambar 8. Meshing tipe knalpot 54. Menetukan kondisi batas boundarycondition5. Pengaturan simulasi, dimaksudkanuntuk menentukan beberapa aspekyang diperlukan sebelum pengujian langsung dengan alat ujiChassis Dynojet sebagai berikut;1. Mempersiapkan motor dan 4 Memasang knalpot standar pada motordan menempatkan motor pada Memasang kabel USB dynojet padakabel CDI Menghidupkan mesin pada kondisiidle ±1000 rpm 5 –10 Buka throttle dengan pengaturandimulai dari putaran 3000 –8500 rpmpada gigi Pengujian 2 –5 diulangi untuk tipeknalpot 2, 3 dan Data hasil pengujian langsung terekamdan tersimpan pada Mengulangi semua pengujian 1 –7masing –masing sebanyak 3 9. Computerized Chassis Dynojet3. HASIL DAN PEMBAHASANHasil simulasi menunjukkan bahwauntuk tiap tipe knalpot tekanan balik dankecepatan aliran yang dihasilkanberbeda –beda pada masing –masingmedium ketika fluida gas melaluimedium –medium tersebut. Hal inidisebabkan karena faktor modifikasigeometri yang berbeda dari tipe knalpot1, tipe knalpot 2, tipe knalpot 3 dan tipeknalpot 4. Dapat dilihat pada bab3Gambar 2. Tipe knalpot 2Gambar 3. Tipe knalpot 3Gambar 4. Tipe knalpot 43. Unit –unit volume pada simulasiAnsys diinterpretasikan denganpembentukan mesh atau 5. Meshing tipe knalpot 1Gambar 6. Meshing tipe knalpot 2Gambar 7. Meshing tipe knalpot 3Gambar 8. Meshing tipe knalpot 54. Menetukan kondisi batas boundarycondition5. Pengaturan simulasi, dimaksudkanuntuk menentukan beberapa aspekyang diperlukan sebelum pengujian langsung dengan alat ujiChassis Dynojet sebagai berikut;1. Mempersiapkan motor dan 4 Memasang knalpot standar pada motordan menempatkan motor pada Memasang kabel USB dynojet padakabel CDI Menghidupkan mesin pada kondisiidle ±1000 rpm 5 –10 Buka throttle dengan pengaturandimulai dari putaran 3000 –8500 rpmpada gigi Pengujian 2 –5 diulangi untuk tipeknalpot 2, 3 dan Data hasil pengujian langsung terekamdan tersimpan pada Mengulangi semua pengujian 1 –7masing –masing sebanyak 3 9. Computerized Chassis Dynojet3. HASIL DAN PEMBAHASANHasil simulasi menunjukkan bahwauntuk tiap tipe knalpot tekanan balik dankecepatan aliran yang dihasilkanberbeda –beda pada masing –masingmedium ketika fluida gas melaluimedium –medium tersebut. Hal inidisebabkan karena faktor modifikasigeometri yang berbeda dari tipe knalpot1, tipe knalpot 2, tipe knalpot 3 dan tipeknalpot 4. Dapat dilihat pada bab4sebelumnya perbedaan tipe knalpot 1 dan tipeknalpot 2 hanya terletak padadiameter header/leher dan jumlah kamar di dalamknalpot, sehingga tidak terjadi perbadaan yangsignifikan pada tekanan bali dan kecepatan aliranke-2 tipe knalpot ini. Sedangkan untuk tipeknalpot 3 dan tipe kanlpot 4 perbedaan geometriterlihat cukup banyak dimulai dari ukuran ukuranheader/leher, panjang pipa knalpot, bentuksaringan knalpot sampai pada bentuk ujungknalpot berbeda yang kemudian menghasilkanperbedaan tekanan balik dan kecepatan aliranyang cukup besar pada tipe knalpot 3 dan Untuk knalpot tipe 1 dengan diameterheader/leher 22 10. Hasil simulasi tekanan balik back pressureknalpot tipe 1 a. Velocity Contour b. Pressure ContourDari hasil simulasi untuk medium header/leherknalpot tipe 1 menghasilkan tekanan balik yangsangat besar Pa dengan kecepatan m/s. Saat fluida melalui medium berikutnyayakni pipa knalpot dengan semakin besar diameterpipa dan perbedaan panjang ukuran pipa terjadipenurunan nilai tekanan balik dan kecepatan aliranyang dihasilkan, tekanan balik sebesar Padengan kecepatan aliran m/s. Pada mediumberikut ini. yakni saringan udara, tekanan balik yangdihasilkan tipe knalpot 1 semakin menurun. Namun,nilai kecepatan aliran fluida terjadi peningkatan yangsignifikan, hal ini disebabkan karena luasanpenampang saringan udara yang kecil mengakibatkansehingga terjadi peningkatan kecepatan aliran fluidagas pada saringan udara. Untuk tipe knalpot 1 nilaitekanan balik sebesar Pa dengan kecepatanaliran tertinggi sebesar m/s. pada medium yangterakhir ujung muffler menunjukkan nilai tekananbalik terendah untuk tipe knalpot 1 sebesar Padengan kecepatan aliran m/ Untuk knalpot tipe 2 dengan diameterheader/leher 23 mmGambar 11. Hasil simulasi tekanan balik back pressureknalpot tipe 2 a. Velocity Contour b. Pressure ContourUntuk tipe knalpot 2 terjadi penurunan tekananbalik pada medium header/leher sebesar dengan kecepatan aliran m/s. Selanjutnyasaat fluida melalui medium pipa knalpot terjadipenurunan tekanan balik sebesar dengankecepatan aliran m/s. Pada saringan udaratekanan balik semakin menurun sebesar namun terjadi kenaikan untuk kecepatan m/s hal ini disebabkan luasan penampangsaringan udara yang semakin kecil meningkatkankecepatan aliran tersebut. Dan pada medium ujungknalpot tekanan balik yang dihasilkan Pa dengan kecepatan aliran m/ Untuk knalpot tipe 3 dengan diameterheader/leher 24 mm5Gambar 12. Hasil simulasi tekanan balik back pressureknalpot tipe 3 a. Velocity Contour b. Pressure ContourUntuk tipe knalpot 3 pada medium header/leherknalpot tekanan balik yang hasilkan sebesar dengan kecepatan aliran m/s. selanjutnyaketika fluida melalui pipa knalpot terjadi penurunanyang cukup besar menjadi Pa karena luasanpenampang yang semakin besar dengan kecepatanaliran m/s. Dan pada medium pipa knalpotterjadi penurunan tekanan balik menjadi Padengan kecepatan aliran m/s. Di medium akhiryakni pada ujung knalpot/muffler tekanan baliksemakin menurun menjadi Pa dengankecepatan aliran m/ Untuk knalpot tipe 4 dengan diameterheader/leher 25 mmGambar 13. Hasil simulasi tekanan balik back pressureknalpot tipe 4 a. Velocity Contour b. Pressure ContourUntuk tipe knalpot 4 berdasakan hasilsimulasi tekanan balik terendah pada header/leherdihasilkan oleh tipe knalpot ini sebesar Padengan kecepatan aliran m/s. Selanjutnyamengalami penurunan tekanan balik saat fluidamelalui medium pipa knalpot sebesar terendah dengan kecepatan aliran m/s. Memasukimedium saringan udara tekanan balik Padengan kecepatan aliran terendah sebesar m/ pada ujung knalpot/muffler tekanan balikmengalami penurunan yang cuku signifikan Pa dengan kecepatan aliran m/s.Hasil pengujian Menggunakan Chassis DynojetGambar 14. Grafik Pengujian Power DayaMenggunakan Dynojet Untuk Knalpot Tipe 1 PadaReduction Gear 3Gambar 15. Grafik Pengujian Torque TorsiMenggunakan Dynojet Untuk Knalpot Tipe 1 PadaReduction Gear 3Gambar 14 dan 15 merupakan grafik hasil pengujiandaya dan torsi pada chassis dynojet denganpembebanan konstan pada gigi reduction gear 3untuk mengetahui kinerja mesin dalam hal ini torsidan daya maksimum kendaraan dengan menggunakantipe knalpot 1. Hasilnya menunjukkan bahwa padagigi reduction gear 3 dengan beban konstansemakin besar putaran daya yang di hasilkan semakinbesar sedangkan torsi mengalami penuruan. Padaputaran 9000 rpm daya mengalami penuruan, namunpenurunan yang lebih besar terjadi pada torsi. UntukTipe knalpot 1 pada putaran 7340 rpm di peroleh torsimaksimum sebesar dan PS watt. Pada putaran 8150 rpmdiperoleh daya maksimum sebesar PS 6811watt dan torsi Pada putaran8500 diperoleh daya sebesar PS 6105 watt dantorsi 7 Dan pada Putaran 9000 rpm6memperlihatkan penurunan pada daya sebesar PS watt dan torsi 6 16. Grafik Pengujian Power DayaMenggunakan Dynojet Untuk Knalpot Tipe 2 PadaReduction Gear 3Gambar 17. Grafik Pengujian Torque TorsiMenggunakan Dynojet Untuk Knalpot Tipe 2 PadaReduction Gear 3Gambar 16 dan 17 merupakan grafik pengujian dayadan torsi pada chassis dynojet untuk tipe knalpot menunjukkan bahwa tipe knalpot 2 padaputaran 7160 rpm di peroleh torsi maksimum dan daya maksimum PS watt. Pada putaran 8000 rpm diperolehdaya sebesar 10 PS 7355 watt dan torsi Pada putaran 8500 rpm diperoleh daya PS watt dan torsi pada Putaran 9000 rpm memperlihatkanpenurunan pada keduanya, untuk daya sebesar PS watt dan torsi 6 18. Grafik Pengujian Power DayaMenggunakan Dynojet Untuk Knalpot Tipe 3 PadaReduction Gear 3Gambar 19. Grafik Pengujian Torque TorsiMenggunakan Dynojet Untuk Knalpot Tipe 3 PadaReduction Gear 3Gambar 18 dan 19 merupakan grafik pengujian dayadan torsi pada chassis dynojet untuk Tipe knalpot menunjukkan untuk tipe knalpot 3 padaputaran 7250 rpm di peroleh torsi maksimum dan daya maksimum PS watt. Pada putaran 8000 rpmdiperoleh daya sebesar 10 PS 7355 watt dan Pada putaran 8500 rpmdiperoleh daya sebesar PS rpm dantorsi Dan pada Putaran 9000rpm memperlihatkan penurunan pada keduanya,untuk daya sebesar PS 6105 watt dan torsi Grafik Pengujian Power DayaMenggunakan Dynojet Untuk Knalpot Tipe 4 PadaReduction Gear 3Gambar Grafik Pengujian Torque TorsiMenggunakan Dynojet Untuk Knalpot Tipe 4 PadaReduction Gear 3Gambar dan merupakan grafik pengujiandaya dan torsi pada chassis dynojet untuk Tipeknalpot 4. Hasilnya menunjukkan bahwa knalpottipe 4 pada putaran 7240 rpm di peroleh torsimaksimum sebesar dan PS watt. Putaran 8000 rpm diperoleh daya sebesar 10 PS 7355 rpm dan 9 Pada putaran 8520 rpm diperolehdaya maksimum sebesar PS wattdan torsi Pada Putaran 9000rpm daya mengalami penurunan sebesar PS watt begitu juga dengan torsi mengalamipenurunan sebesar KESIMPULANKesimpulan dari hasil penelitian ini sebagaiberikut 1. Hasil simulasi yang dilakukan pada tipe knalpot1, tipe knalpot 2, tipe knalpot 3 dan tipe knalpot4 dengan ukuran diameter yang bervariasi,dimana semakin besar diameter header/leherknalpot maka tekanan balik yang terjadi padabagian header semakin kecil sedangkansemakin kecil ukuran diameter header/leherknalpot maka tekanan balik yang terjadi padabagian header/leher semakin besar, sejalandengan fenomena ini maka kecepatan aliranfluida pada bagian header knalpot semakinmenurun seiring bertambah besarnya mediumyang dilewati oleh fluida.Knalpot tipe 1 dengan diameter 22 mmmenghasilkan tekanan balik Pa dengan kecepatan m/s,Knalpot tipe 2 dengan diameter header23 mm menghasilkan tekanan baliksebesar Pa dengan kecepatanaliran m/s,Knalpot tipe 3 dengan diameterheader/leher 24 mm menghasilkantekanan balik sebesar Padengan kecepatan aliran m/s,Knalpot tipe 4 dengan diameterheader/leher 25 mm menghasilkantekanan balik terendah Padengan kecepatan aliran m/ Hasil pengujian menunujukkan bahwa knalpottipe 1dan knalpot tipe 4 menghasilkan torsi dandaya maksimum yang lebih kecil dari padatorsi dan daya maksimum yang dihasilkan olehknalpot tipe 2 dan knalpot 3. Namun, knalpottipe 1 lah yang menghasilkan torsi dan dayamaksimum yang paling terendah dan knalpottipe 3 yang menghasilkan torsi dan dayamaksimum yang paling terbesar antara ke-4tipe knalpot yang diuji. Untuk knalpot tipe 1dan tipe 4 itu sendiri torsi dan daya maksimumdicapai pada putaran yang berbeda, yaitu padaputaran rendah antara 7000 –7400 rpm dicapaitorsi maksimum sementara daya maksimumdicapai pada putaran tinggi antara 8000 –8600rpm. Sedangkan untuk knalpot tipe 2 dan tipe 3torsi dan daya maksimum dicapai pada putaranyang sama yaitu pada putaran rendah antara7000 –7300 Berdasarkan penelitan ini maka, Knalpot tipe 3dengan diameter header/leher 24 mm dikatakan8ideal dan lebih tepat digunakan pada sepedamotor untuk kegiatan sehari –hari. Karenaukuran diameter tersebut menghasilkan tekananbalik yang kecil Pa pada mediumheader/leher knalpot sehingga menghasilkantorsi maksimum terbesar dan daya maksimum terbesar watt pada putaran rendah 7250 REFERENSI1. Motor Bakar Torak Teori &Aplikasinya. Yogyakarta Penerbit Putra, Martinus. Efek Perubahan AliranGas Buang Dalam Knalpot UntukDiterapkan Pada Mesin Kapal Klotok 10HP. 2012.3. Pranoto, Aji. Efek Perubahan UkuranDiameter Header Knalpot TerhadapKonsumsi Bahan Bakar dan Akslerasi padaSepeda Motor 4 tak. 2012.4. Pamungkas, Sigit. Analisa PenggunaanModel Knalpot Standar Terhadap KinerjaMesin 4 Langkah 100 CC dan 125 CC.2012.5. Sanata, Andi. “Jurnal Rotor”. PengaruhDiameter Pipa Saluran Gas Buang TipeStraight Throw Muffler Terhadap UnjukKerja Motor Bensin 4 Langkah. Volume 4No. 1. 2011.6. Marbun, Mariseide Herto. & Mulfi Hazwi.“Jurnal e-Dinamis”. Simulasi Aliran FluidaPada Pompa Hidran Dengan Tinggi AirJatuh M Dengan MenggunakanPerangkat Lunak CFD. Volume 7 Meriyanto, Denny Deftya. Analisis PanasPada Knalpot Berbasis Sponge Steel.2013.8. Indra. S Ahmad, Ridwan dan IrwanSetiawan. Analisa Aliran Fluida Pada PipaSpiral Dengan Variasi DiameterMenggunakan Metode ComputationalFluid Dynamics CFD. 2012.9. Dimaranggono, Galih Andreas. UnjukKerja Motor Bensin Empat Langkah SatuSilinder Menggunakan Torak Jenis FlatDibandingkan Menggunakan Torak JenisDome. 2010.10. Muslimu, Alfa Fahmi. Analisa AliranUdara Pada Elbow Proto X-1Menggunakan CFD. 201211. S, A Wijaya. Diponegoro. 2013. Web. 18agustus Perpustakaan Universitas Mercu UniversitasMercu Buana. Web. 19 agustus Sahid, Anwar. “Mesin Fluida”. PerbedaanLaju Aliran Massa dengan Laju AliranVolume. 201714. Perpusatakaan Universitas Sumatera Universitas SumateraUtara. Web. 10 september Kusumo, Priyo Baskoro. Analisa AliranFluida Udara pada Pipa Annulus Proto-X1Menggunakan CFD. 2012sepertipada saat pembuangan. Polutan sekunder seperti ozon (O3) dan peroksiasetil nitrat (PAN) adalah polutan yang terbentuk di atmosfer melalui reaksi fotokimia, hidrolisis atau oksidasi. 2.4.1 Karbon Monoksida (CO) Karbon monoksida selalu terdapat didalam gas buang pada saat proses penguraian dan hanya ada pada knalpot kendaraan.
NilaiJawabanSoal/Petunjuk KNALPOT Bagian motor tempat saluran pembuangan gas SUMUR ...ran isap untuk menaikkan minyak dsb; - resapan 1 bagian dari sumur untuk meningkatkan imbuhan air tanah - resapan yang di bangun di lereng bukit bi... KARBURATOR Mes bagian mesin motor, tempat gas bahan bakar minyak bercampur dengan udara ALAT ...ai sebagai - untuk melemahkan semangat rakyat; 4 bagian tubuh manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan yang mengerjakan sesuatu - perasa; - penciuman;... KLOAKA Bagian akhir saluran pencernaan pada burung PERLINDUNGAN 1 tempat berlindung; 2 hal perbuatan dsb melindungi; ~ lingkungan bagian pengelolaan sumber daya alam yang menyangkut pengaturan dan pembuangan bah... AMPUL ...mbesaran persatuan saluran empedu dan pankreas; 6 bagian yang membesar pd vas deferens pd kantung air seni; 7 pembesaran ujung rektum ... 00 ... kubu-kubu pertahanan dsb; - pasang surut daerah bagian pantai yang terletak antara batas surut terendah dan pasang tertinggi; - pemanfaatan area di... KAMAR Bagian rumah atau bangunan yang tertutup oleh dinding atau sekat, biasanya disekat dibatasi empat dinding; ruang; bilik; - baca ruang tempat mem... TEMPAT ...diami ditinggali atau ditempati - kediaman; 5 bagian yang tertentu dari suatu ruang bidang, daerah, dsb; negeri kota, desa, daerah, dsb; 7 ses... URAT 1 pembuluh saluran kecil-kecil dalam tubuh tempat darah mengalir; 2 benangbenang yang menjadi bagian daging; otot; 3 garis-garis yang tampak pd per... ZAT ...esuatu; sesuatu yang menyebabkan sesuatu menjadi ada; 3 Kim bahan yang merupakan pembentuk bagian-bagian yang mendukung suatu benda; unsur; - aditi... TITIK ...nda baca berupa titik dan koma ; untuk menandai bagian kalimat yang sejenis dan setara, juga untuk memisahkan kalimat yang setara dalam kalimat maje... AIR ... - bakat air yang berolak berkisar; - barit sebagian besar hidariogennya berupa isotop; - beku es; - belanda minuman terbuat dari air yang menga... TALI ...ngkan tembuni dengan perut pd pusar bayi; 2 Bot bagian buah yang menghubungkan biji dengan dinding buah; - rasa ki hubungan batin antara seseorang ... SISTEM ...istem kekuasaan kehakiman yang dibagi menjadi dua bagian; - biner 1 Mat sistem penulisan bilangan dengan menggunakan dua simbol, yaitu 0 dan 1; bilan... TPA Tempat Pembuangan Akhir RIOL Saluran pembuangan air SELOKAN Got Saluran Pembuangan JOK Tempat duduk mobil atau motor GOT Saluran pembuangan air BELAKANG Bagian dari motor GARASI Bagian rumah tempat menyimpan mobil FIMBRIA Saluran indung telur tempat pembuahan terjadi ATAS Bagian tempat yang lebih tinggi .